UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

UNIVERSITAS Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dengan mengukuhkan empat guru besar baru. Keempat guru besar tersebut menjalani prosesi pengukuhan secara khidmat melalui Sidang Terbuka Senat yang digelar pada Selasa (31/3/2026) di Gedung Auditorium WR. Supratman.

Mereka adalah Prof. Dr. Dyah Sugandini, S.E., M.Si., Prof. Prayudi, S.I.P., M.A., Ph.D., Prof. Dr. Yuni Siswanti, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, S.E., M.Si., Ak., MPA., CA., ASEAN CPA.

UPN juga akan menggelar pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng pada bulan ini. Secara total, Kampus Bela Negara menambah lima guru besar pada jajaran akademisinya.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohamad Irhas Effendi, M.S., mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru besar yang baru dikukuhkan.

Penggerak utama

Rektor berharap, para guru besar dapat menjadi penggerak utama pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sekaligus menjadi teladan dalam integritas akademik, kepemimpinan ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA  Guru Besar UNY Ajak Publik Jauhi Prestasi Instan

“Dalam konteks UPN “Veteran” Yogyakarta yang didirikan oleh para pejuang dengan semangat sebagai Kampus Bela Negara, peran guru besar semakin strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, kemandirian, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional,” ujar Rektor.

Rektor juga berharap para guru besar yang hari ini dikukuhkan dapat terus menghasilkan karya-karya ilmiah berkualitas, memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan strategis bangsa dan dunia.

Menjadi guru besar, lanjut Rektor, bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab keilmuan yang lebih besar. Oleh karena itu, katanya para guru besar diharapkan terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahliannya.

Orasi ilmiah

Di depan Sidang Senat Terbuka, Prof. Dr. Dyah Sugandini, SE, M.Si dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Pemasaran dengan konsentrasi Perilaku Konsumen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

BACA JUGA  Dosen UII Yusdani Resmi Jadi Profesor Ilmu Hukum Perdata Islam

Prof. Dyah yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Yogyakarta menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘Perilaku Adopsi E-learning pada Pendidikan Tinggi: Integrasi Technology Readiness, Keinovasian, System Quality, dan Dukungan Pimpinan.

Sedangkan Prof. Prayudi, S.I.P., M.A., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Komunikasi Krisis dan Korporat pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Prof. Prayudi yang juga menjabat sebagai Kepala UPA Perpustakaan menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi Komunikasi Krisis: Membangun Resiliensi Organisasi Berbasis Kepekaan Risiko, Pemangku Kepentingan dan Empati di Era Media Sosial.

Prof. Dr. Yuni Siswanti, S.E., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kepemimpinan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prof. Yuni memaparkan orasi ilmiah berjudul Kontribusi Strategis Kepemimpinan Autentik dan Language Motivating pada Perilaku Kerja Inovatif.

BACA JUGA  Kelahiran Anak Gajah di Taman Satwa Bukti Kesuksesan Pelestarian Ex Situ

Terobosan baru

Sementara Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, M.Si., Akt., CA., ASEAN CPA, MPA dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal di Prodi Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Prof. Januar yang juga menjabat sebagai Dekan FEB UPN “Veteran” Yogyakarta, menyampaikan orasi ilmiah berjudul Tazkiyatun Nafs Ilmu Akuntansi: Paradigma Spiritualis.

Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Januar membawa terobosan baru dengan mengusung Paradigma Spiritualis melalui konsep Tazkiyatun Nafs dalam praktek Ilmu Akuntansi, sehingga memungkinkan peneliti mengembangkan ilmu akuntansi secara lebih luas dan inovatif. Prof. Januar mengatakan, tujuan penelitian akuntansi dengan Paradigma Spiritualis adalah membangkitkan kesadaran ketuhanan (to awaken God-consciousness). (AGT/M-1)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Mendiktisaintek Minta Mahasiswa Baru UPI Rendah Hati dan Tangguh

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengingatkan mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bahwa keberhasilan dalam pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik,…

Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Awali PBAK dengan Salat Duha Bersama

RIBUAN mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang disebut Kalijaga Muda mengawali kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan salat duha bersama di masjid kampus, Rabu pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tolak PHK Sepihak, Buruh FSPMI Blokade Pabrik Farmasi di Sidoarjo

  • August 19, 2026
Tolak PHK Sepihak, Buruh FSPMI Blokade Pabrik Farmasi di Sidoarjo

Mendiktisaintek Minta Mahasiswa Baru UPI Rendah Hati dan Tangguh

  • August 19, 2026
Mendiktisaintek Minta Mahasiswa Baru UPI Rendah Hati dan Tangguh

Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Awali PBAK dengan Salat Duha Bersama

  • August 19, 2026
Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Awali PBAK dengan Salat Duha Bersama

Sertijab Polda DIY, Dua Pejabat Baru Isi Posisi Strategis Reserse Narkoba

  • August 19, 2026
Sertijab Polda DIY, Dua Pejabat Baru Isi Posisi Strategis Reserse Narkoba

Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

  • August 19, 2026
Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

  • August 19, 2026
Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja