Menkes Siap Bawa Kasus Perundungan di Undip ke Ranah Hukum

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dirinya serius mendorong kasus dugaan perundungan (bullying) di Universitas Diponegoro, Semarang diproses secara hukum.

Kasus perundungan yang terjadi di Universitas Diponegoro ini telah membawa korban, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis melakukan bunuh diri.

Ia menegaskan, Kementerian Kesehatan serius untuk menghapus tradisi perundungan di lingkungan dokter.

“Saya serius, saya benar-benar yang ini saya akan dorong ke ranah hukum biar ada hukuman maksimal bagi yang melakukannya biar ada efek jeranya,” kata Budi Gunadi di sela-sela mendampingi Presiden meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSUP Dr. Sardjito, Rabu (28/8).

Menurut dia, tanpa adanya proses hukum terhadap kasus-kasus sejenis, sistem dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan sulit diperbaiki.

BACA JUGA  Menkes: Angka Stunting Nasional di Bawah 20 Persen

Lakukan investigasi

Untuk itu kata Budi Gunadi, ia telah mengumpulkan informasi terkait aksi perundungan tersebut.

Menkes bahkan telah mendapatkan informasi yang bersumber dari chat antara dr. Aulia Risma Lestari (korban) dengan ayahnya, ibunya, adiknya dan orang terdekat lainnya.

“Saya sudah sangat tahu apa yang terjadi,” kata Menkes.

Dikatakan Kementerian Kesehatan juga telah melakukan investigasi internal terkait dengan kasus tersebut dan hasilnya telah diserahkan kepada polisi.

Tim investiasi, lanjutnya telah mendapatkan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan kasus itu. (AGT/N-01)

BACA JUGA  FK Undip tidak Menutupi Proses Investigasi Kematian dr Aulia

Dimitry Ramadan

Related Posts

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

STADION Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali membuktikan bahwa sepak bola dapat menghadirkan dampak positif tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga bagi lingkungan. Melalui implementasi program Zero Waste to…

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

SATU dari 90 wisudawan lulusan Program Doktor Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada memiliki Indeks Prestasi 4,00 setelah menjalani kuliah pascasarjana selama 2 tahun 10 bulan. Wisudawan yang meraih IPK sempurna…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

  • July 30, 2026
Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta