Indonesia Terancam Tarif Tinggi AS, Nikel Jadi Senjata Tawar

NIKEL menjadi senjata tawar dalam menghadapi tarif dagang tinggi oleh Amerika Serikat, dengan ancaman tarif resiprokal hingga 32%. Penerapan tarif masih ditunda selama 90 hari sejak 9 April 2025.

Guru Besar Hukum UGM, Prof. Dr. Mailinda Eka Yuniza, menilai posisi Indonesia cukup kuat karena memiliki 34% cadangan nikel dunia.

“Mineral strategis seperti nikel bisa menjadi alat tawar Indonesia dalam negosiasi,” ujarnya dikutip dari laman UGM, Senin (19/5).

Meski begitu, Mailinda mengingatkan bahwa penggunaan mineral sebagai alat negosiasi bisa memperpanjang konflik dagang.

Berbeda dengan Tiongkok yang punya pasar ekspor luas, Indonesia lebih rentan terhadap dampak finansial tarif tinggi.

Nikel senjata tawar hadapi perang dagang

Saat ini, pemerintah mengambil pendekatan kooperatif dengan memberi konsesi kepada AS, termasuk pelonggaran aturan kandungan lokal.

BACA JUGA  OAS Bakal Gelar Pertemuan Darurat Bahas Serangan AS Terhadap Venezuela

Di antaranya, penurunan kuota impor dan pelonggaran aturan kandungan lokal untuk produk elektronik asal AS.

“Saya kira ini langkah-langkah yang jelas ditujukan untuk mengakhiri konflik dagang secepat mungkin,” ujarnya.

Namun, hal ini bisa melemahkan strategi hilirisasi yang selama ini dibangun melalui UU Minerba dan investasi pengolahan domestik.

Mailinda menyarankan agar Indonesia berhati-hati, terutama jika AS mendesak akses lebih luas terhadap mineral. “Setiap kesepakatan besar kemungkinan memerlukan perubahan hukum dan regulasi dalam negeri,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian kebijakan AS, dunia usaha di Indonesia memerlukan kepastian hukum dan arah kebijakan yang konsisten.

Jika situasi berlarut-larut, menurut Mailinda, negara-negara bisa saja mempererat kerja sama regional sebagai alternatif.

BACA JUGA  Rusia Kecam AS dalam Serangan Rudal Ukraina ke Krimea

“Jika tren ini terus berlanjut, dunia bisa menjauh dari sistem perdagangan global terbuka dan menuju blok-blok dagang regional yang lebih tertutup,” pungkasnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Puspenerbal Gelar Panen Raya Padi Varietas Unggul

PUSAT Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) melakukan kegiatan panen raya padi di atas lahan produktif seluas dua hektare yang berlokasi di wilayah Sedati, Sidoarjo, Senin (9/3). Varietas padi yang dipanen…

Jabar Berpotensi Jadi Pionir Pengembangan Ekonomi Syariah

WAKIL Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pionir perkembangan ekonomi syariah di tingkat nasional hingga global. Hal tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri konferensi pers…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung dan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi

  • March 11, 2026
Pemkot Bandung dan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi

26.692 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Mudik Lebaran 

  • March 11, 2026
26.692 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Mudik Lebaran 

Gelar Konser Tunggal, Raisa Gandeng Andi Rianto

  • March 11, 2026
Gelar Konser Tunggal, Raisa Gandeng Andi Rianto

Jaksa Ajukan Banding atas Vonis ‘Diskon’ Empat Eks Kadis Sidoarjo

  • March 11, 2026
Jaksa Ajukan Banding atas Vonis ‘Diskon’ Empat Eks Kadis Sidoarjo

Polda DIY Perketat Pengawasan Jalur Mudik

  • March 11, 2026
Polda DIY Perketat Pengawasan Jalur Mudik

Bayern Muenchen Pesta Gol, Dua Wakil Inggris Tersungkur

  • March 11, 2026
Bayern Muenchen Pesta Gol, Dua Wakil Inggris Tersungkur