IDI Jabar Bakal Keluarkan Sanksi untuk Dokter SpOG MSF

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat mengecam keras tindakan dokter kandungan (SpOG) berinisial MSF di salah satu klinik kesehatan di Kabupaten Garut, Jabar. Pasalnya, MSF diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya saat tindakan USG kandungan.

“Tentu kami mengecam aksi oknum dokter itu yang tak sesuai SOP dan melanggar disiplin serta etika profesi. Tindakan MSF tidak mencerminkan profesi dokter. IDI Jabar kini tengah menyiapkan sejumlah sanksi yang bakal diberikan ke bersangkutan jika terbukti melakukan tindakan tercela itu,” tegas Ketua IDI Jabar, Moh Luthfi di Bandung Rabu (16/4).

Menurut Luthfi, sanksi yang akan diberikan jika memang terbukti berupa sanksi disiplin dan etika kepada dokter yang bersangkutan. Selain itu IDI Jabar juga tengah memproses sanksi lainnya berbarengan dengan proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satu sanksi itu bisa berupa pencabutan keanggotaan IDI.

BACA JUGA  KDM Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang

Telah ditangkap

Sementara itu Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Surawan, menyebut polisi telah menangkap MF. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Garut pada Selasa (15/4).

“Ada dua orang yang melapor sebagai korban dari perbuatan pelaku dokter kandungan itu,” terang Surawan.

Dalam video yang sempat viral itu, MSF diduga melakukan pelecehan seksual pada pasiennya. Dalam rekaman video, dokter itu sedang mengecek kondisi kandungan pasien menggunakan alat USG di bagian perut. Tetapi, alat USG itu terus beralih ke bagian atas perut dan tangan kiri dokter itu memegang bagian atas perut korban sampai diduga memegang bagian sensitif pasien.

Cabut izin praktek

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi juga turut menyoroti kasus dokter kandungan yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya saat USG di sebuah klinik, di Kabupaten Garut. Ia pun mendorong agar dokter tersebut dicabut izin prakteknya, jika terbukti melakukan pelecehan.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Bakal Tindak Ormas Penguasa Perlintasan Kereta

“Kalau dokter lecehkan pasien, ada kode etiknya, cabut izin dokternya. Cabut izin praktik dokternya, bila perlu perguruan tinggi yang meluluskan dokter itu mencabut gelar dokternya,” tegas Dedi.

Dedi menambahkan, selain pencabutan izin praktek, kasus pelecehan oleh dokter terhadap pasien ini harus dibawa ke ranah hukum agar memberikan efek jera. Karena dokter itu profesi yang ketika dilantik diambil sumpah profesi. Harus ada tindakan tegas dan tidak bertele-tele. (Rava/Yey/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

TIM nasional Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 dengn Malaysia pada laga keduanya di babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno…

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

UNIT Reskrim Polsek Turi, Sleman membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan di wilayah Bangunkerto, Turi, Sleman pada Jumat siang pekan lalu. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Senin menjelaskan, dalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

  • September 28, 2026
Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

  • September 28, 2026
Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai