
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan QR Code untuk membantu pengguna jalan yang baru keluar dari exit toll Tamanmatani dalam mendapatkan jalur alternatif ke berbagai wilayah.
“Kami sudah menyiapkan QR code-nya. Jadi, masyarakat cukup mengikuti panduan yang kami siapkan, sebab terkadang kalau ikut Google Maps diarahkan ke jalur-jalur yang sempit atau kecil, atau membingungkan pengguna,” ujar Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol. Yuswanto Ardi di Yogyakarta.
Dikatakan, QR Code ini akan membantu pemudik terhindar dari jalur sempit atau padat untuk menuju berbagai daerah seperti Sleman, Bantul, maupun ke Magelang.
PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) berencana menyiapkan ruas Tol Prambanan-Kalasan sepanjang 6,7 kilometer dengan pintu keluar di Tamanmartani, Kalasan, Sleman sebagai jalan tol fungsional saat arus mudik Lebaran 2025.
Polda DIY katanya, juga menyiapkan skema diversifikasi arus lalu lintas agar kendaraan tidak menumpuk ke arah selatan. Ardi mengatakan bahwa pemudik yang keluar dari Tamanmartani akan diarahkan ke jalur yang telah ditentukan agar distribusi kendaraan lebih merata.
Situasional
Dikatakan, tol fungsional yang mengarah ke Tamanmartani rencananya mulai dibuka pada 24 Maret. Namun, karena kelengkapannya belum sepenuhnya memadai, operasional tol ini hanya berlaku pada siang hari dan sifatnya situasional, atau tergantung pada kondisi lalu lintas.
“Exit Tol Tamanmartani ini menuju jalan kabupaten yang kapasitasnya jauh berbeda dengan jalan tol. Oleh karena itu, jika terjadi kepadatan, arus kendaraan akan dialihkan ke Exit Tol Prambanan,” jelas Kombes Pol. Ardi.
Ia memperkirakan 1,5 juta kendaraan bakal memasuki DIY pada periode mudik Lebaran 2025 dengan puncak arus pada 27-28 Maret. (AGT/N-01)








