Posisi Perempuan dalam Organisasi Ambidextrous

DEKAN Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Prof Ignatius Pulung Nurprasetio mengatakan, pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pasalnya Indonesia Emas 2045 bukan sekadar soal potensi besar dari jumlah SDM, tapi juga bagaimana membawa banyak pihak menjadi makmur dan sejahtera.

“Tentunya peran universitas sebagai jembatan kebutuhan zaman dengan memastikan bahwa setiap individu, tetap relevan menghadapi tantangan
bisnis dan kepentingan keberlanjutan,” ujar Ignatius dalam diskusi tentang peran wanita sebagai pemimpin dalam organisasi ambidextrous.

Acara yang mengambil tema “Human Capital Management Talks” bertema “Sustainability & Managing Diversity in Organization.” Ini, menghadirkan pembahasan mendalam mengenai pentingnya keseimbangan antara
efektivitas operasional dan inovasi dalam perusahaan, serta pemberdayaan pemimpin perempuan dalam menghadapi tantangan bisnis dan keberlanjutan.

BACA JUGA  ITB Kenalkan SSU sebagai Jalur Masuk Baru 2026

Level pimpinan

Pada kesempatan sama, Direktur Human Resources PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan, berbagi pengalaman mengenai peran perempuan pada level pimpinan. Peraih penghargaan “Indonesia Most Powerful Women 2023” ini menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan di BUMN terus meningkat, dari 6% menjadi 21% di 2023.

“Kepemimpinan perempuan bukan sekadar memberikan karpet merah, namun menciptakan lingkungan yang mendukung dan tetap berpegang pada nilai-nilai excellence,” ungkap Tina.

Menurut Tina dengan lebih banyak keterlibatan perempuan di BUMN terbukti meningkatkan kinerja ekonomi dan bisnis di perusahaannya. Pendekatan
yang diterapkan untuk menciptakan ekosistem kerja suportif dilakukan melalui program kepemimpinan dan kebijakan perusahaan, seperti Respect Workplace Policy (RWP) dan Employee Well-Being Policy (EWP), guna mengoptimalkan peran perempuan dalam organisasi ambidextrous.

BACA JUGA  ITB Tekankan Relevansi dan Inovasi Pendidikan Teknik

Keseimbangan

Sementara itu Penasihat PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Dr Jaka Purwanto menerangkan, bahwa konsep ambidextrous organization
sebagai kapabilitas untuk menyeimbangkan tujuan operasional dan inovasi
yang seringkali bertentangan.

Selain kedua topik tersebut, Human Capital Talks juga membahas tentang persiapan pensiun serta diskusi tentang masa depan Pendidikan, dikaitkan dengan kebutuhan industry yang menghadirkan narasumber Indiana Jusi,
Engagement Manager dari McKinsey & Company. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lawan Bullying, SMP Al Falah Assalam Bentuk Organisasi Roots Anti-Perundungan

SMP Al Falah Assalam Tropodo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo secara tegas memprioritaskan pencegahan aksi perundungan (bullying) dalam menyambut tahun ajaran baru. Memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang…

Komedian Temon Meninggal Dunia

KABAR duka kembali menghampiri dunia hiburan di Tanah Air. Komedian sekaligus aktor Temon Templar dikabarkan meninggal dunia di usia 59 tahun. Dari kabar yang terkonfirmasi dari unggahan instagram resminya @temontemplar27,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penyelundupan Sabu dan Obat Keras via Bandara Juanda Kembali Digagalkan

  • July 14, 2026
Penyelundupan Sabu dan Obat Keras via Bandara Juanda Kembali Digagalkan

Amerika Kembali Lancarkan Serangan ke Iran

  • July 14, 2026
Amerika Kembali Lancarkan Serangan ke Iran

Messi Anggap Laga Lawan Inggris Spesial

  • July 13, 2026
Messi Anggap Laga Lawan Inggris Spesial

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah setelah Jadi Tersangka

  • July 13, 2026
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah setelah Jadi Tersangka

Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah

  • July 13, 2026
Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah

Lawan Bullying, SMP Al Falah Assalam Bentuk Organisasi Roots Anti-Perundungan

  • July 13, 2026
Lawan Bullying, SMP Al Falah Assalam Bentuk Organisasi Roots Anti-Perundungan