Bukan Leopard atau Abrams, Inilah Tank Terbaik di Muka Bumi

DARI sisi teknologi, Tank T-72 boleh saja tertinggal dari tank-tank yang lebih modern seperti M1 Abrams, Leopard, Merkava, ataupun Challenger. Namun faktanya Tank Tempur Utama (MBT) era Uni Soviet itu saat ini menjadi aset utama dalam Perang Ukraina, mengungguli model tank-tank yang lebih baru seperti T-14 Armata Rusia ataupun tank-tank yang dipasok NATO seperti Abrams (Amerika Serikat), Leopard-2 (Jerman) dan Challenger (Inggris).

Diungkapkan seorang analis keamanan nasional National Interest, Brandon J. Weichert, kesederhanaan T-72, kemampuan beradaptasi, dan efektivitas biaya justru membuat tank itu ideal untuk kondisi perang parit yang keras di Ukraina.

Selain itu, kemampuannya untuk bertahan di ladang ranjau dan terlibat dalam pertempuran telah menjadikannya platform yang andal dan mematikan, yang memperkuat perannya dalam strategi militer Rusia.

“Saya tidak ragu mengatakan bahwa Tank Tempur Utama (MBT) T-72 era Soviet itu adalah tank terbaik di dunia. Betul, tank ini tidak berteknologi tinggi atau mewah sama sekali, seperti Abrams milik Amerika atau Leopard-2 milik Jerman. Namun, tank ini mampu menyelesaikan tugasnya,” tegas Brandon J. Weichert yang juga mantan staf Kongres dan analis geopolitik.

BACA JUGA  Rusia Kecam AS dalam Serangan Rudal Ukraina ke Krimea

“Kita bisa lihat dalam Perang Ukraina, tank ini mampu menyelesaikan tugasnya lebih baik daripada sistem tank baru mana pun, termasuk T-14 Armata milik Rusia,” lanjutnya.

Perang modern

Ia menyebut peperangan parit telah menentukan garis depan. Hal itu menjadi perang yang sangat melelahkan. Platform yang lebih baru, seperti MBT Abrams atau T-14 Armata Rusia, faktanya gagal menyamai sistem yang jauh lebih tua. Hal itu karena munculnya drone menjadi teknologi baru yang telah mengubah perang modern.

Rusia, kata dia telah menunjukkan bahwa T-72 adalah tank terbaik mereka dalam hal praktis. Ketahanannya di medan pembantaian Ukraina yang berlumpur dan berdarah tidak tertandingi.

Ada beberapa contoh T-72 mampu melewati lautan ranjau sehingga memungkinkan pasukan Rusia untuk melaju. Hal itu membuktikan T-72 yang berusia puluhan tahun lebih tua, berkinerja jauh lebih baik ketimbang peralatan dari NATO.

BACA JUGA  Israel Lepas Kendali, Perang Terbuka bisa Terjadi

Faktanya, MBT Abrams yang disediakan AS, harus ditarik dari garis depan karena tidak bermanfaat bagi militer Ukraina. Demikian juga Leopard. Sebaliknya, dengan biaya yang jauh lebih murah, Rusia hanya perlu meningkatkan T-72 dengan pertahanan seperti lapisan baja reaktif dan tindakan pencegahan yang lebih baik terhadap ranjau dan granat berpeluncur roket (RPG).

Pengalaman baru Barat

Tentu saja, beberapa T-72 Rusia telah dihancurkan. Namun, sifat Perang Ukraina tidak seperti apa pun yang pernah dihadapi Barat selama beberapa generasi. Alhasil T-72 mampu menghancurkan tank Ukraina dalam pertempuran, termasuk tank Barat yang lebih canggih .

Meskipun hal itu mungkin terdengar menakutkan, alasan mengapa Moskow mengandalkan tank-tank lama ini untuk melakukan tugas berat bagi pasukan tank mereka adalah karena tank-tank tersebut lebih murah untuk diganti dan lebih mudah dirawat.

BACA JUGA  Mengembalikan Politik Bebas Aktif Indonesia

“Bukan itu saja, T-72 juga mudah beradaptasi, terutama ketika ditingkatkan dengan banyak modifikasi. Karena kesederhanaannya, tank ini dapat bertahan lebih lama dalam kondisi pertempuran yang intens di Perang Ukraina. Hal ini juga membuat pelatihan menjadi lebih mudah,” ujarnya.

“Ukraina dan NATO tidak boleh meremehkan T-72 lama. Tank-tank ini sama sekali tidak tua seperti penampakannya. Mereka justru berada di masa jayanya,” ujar dia. (ationalinterest/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penggunaan Jerat Bisa Mengancam Kehidupan Satwa Liar

GURU Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo menyatakan keprihatianannya atas matinya seekor anak gajah akibat terkena jerat. Prof. Wisnu menegaskan penggunaan jerat pada…

Awas! Makanan Manis Buka Puasa Bisa Menaikkan Gula Darah

KITA sering dikecohkan dengan ungkapan ‘Berbukalah dengan yang manis. Ungkapan ini seolah sudah menjadi tradisi kuliner bagi masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Berbagai hidangan dengan kadar gula tinggi kerap kali…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prof. Hari Purnomo Resmi Jadi Rektor UII

  • March 6, 2026
Prof. Hari Purnomo Resmi Jadi Rektor UII

Pemkab Sleman Pastikan Stok Elpiji dan BBM Aman Jelang Lebaran

  • March 6, 2026
Pemkab Sleman Pastikan Stok Elpiji dan BBM Aman Jelang Lebaran

Penyedia MBG Diminta tidak Abaikan Kelayakan Konsumsi

  • March 6, 2026
Penyedia MBG Diminta tidak Abaikan Kelayakan Konsumsi

Pemkab Taput Serahkan Bantuan Jaminan Hidup

  • March 6, 2026
Pemkab Taput Serahkan Bantuan Jaminan Hidup

Penggunaan Jerat Bisa Mengancam Kehidupan Satwa Liar

  • March 6, 2026
Penggunaan Jerat Bisa Mengancam Kehidupan Satwa Liar

IDN Sumbang 3000 Paket Sembako untuk Warga Sekitar Destinasi Wisata

  • March 6, 2026
IDN Sumbang 3000 Paket Sembako untuk Warga Sekitar Destinasi Wisata