
FENOMENA banjir rob kembali merendam sejumlah kawasan pesisir di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Luapan air laut akibat pasang setinggi mulai naik sejak Sabtu (16/5) dan melumpuhkan aktivitas warga di empat desa terdampak.
Empat wilayah yang terendam meliputi Desa Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak. Berdasarkan pantauan di lapangan, air mulai menggenangi daratan sejak pukul 09.00 WIB dengan ketinggian rata-rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter. Bahkan di beberapa titik kedalaman air telah mencapai lutut orang dewasa.
Camat Sedati, Dedy Kurniawan, membenarkan terjadinya banjir rob yang melanda wilayah pesisir bagian timur tersebut dalam beberapa hari terakhir.
”Untuk bulan ini banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut siang hari,” ujar Dedy saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (19/5).
Usaha warga berhenti

Dedy menambahkan bahwa bencana tahunan ini memaksa sejumlah sektor usaha warga terhenti total. Area kolam pancing yang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal terpaksa ditutup sementara karena seluruh kawasan tergenang air laut.
”Banjir rob ini mulai Sabtu kemarin dan diprediksi masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan,” kata Dedy.
Dampak paling signifikan dirasakan oleh sektor perikanan budidaya. Mulyadi,59, warga Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, mengungkapkan bahwa luapan air laut ini menimbulkan kerugian besar bagi para petani tambak setempat.
”Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak yang rusak dan hanyut terbawa arus,” kata Mulyadi.
Siklus tahunan
Mashudi Faqih, salah seorang warga lainnya, menyebutkan, banjir rob merupakan siklus rutin tahunan yang sudah biasa dihadapi warga pesisir Sedati. Menurut Mashudi, dalam setahun banjir rob biasanya datang dalam dua siklus berbeda.
”Biasanya ada dua siklus. Bulan Mei dan Juni air pasang datang siang hari, sedangkan bulan Oktober sampai Desember biasanya malam hari,” kata Mashudi .
Untuk siklus kali ini, air umumnya mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB dan kembali surut pada pukul 12.00 WIB. Meskipun akses jalan kampung di empat desa tersebut masih dapat dilalui oleh kendaraan, warga setempat kini mulai membatasi akses masuk bagi warga luar kawasan demi menjaga keselamatan dan keamanan wilayah yang terdampak. (OTW/M-01)






