
KOTA Bandung memang tidak bisa dipisahkan dari perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kedekatannya secara jarak dengan Jakarta menjadi salah satu penyebabnya.
Bahkan kota itu memiliki peran penting dalam perjalanan ideologis dan sejarah perjuangan Bung Karno. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam momen peringatan Hari Lahir Pancasila di Museum Penjara Banceuy Kota Bandung bersama jajaran Forkopimda pada Minggu (1/6).
“Di Surabaya Bung Karno lahir. Di Blitar beliau disemayamkan. Tapi di Bandung, Bung Besar (julukan Soekarno) lahir. Lahir secara ideologis, dari keyakinan dan perjuangan,” tuturnya.
Gagasan besar
Menurut Farhan, Kota Bandung menjadi saksi lahirnya gagasan besar yang mengguncang dunia, termasuk saat Soekarno dipenjara di Banceuy bersama tiga sahabatnya.
Dari balik jeruji sel yang sempit dan gelap, Bung Karno menyusun pleidoi legendaris Indonesia Menggugat yang kemudian disampaikan di Gedung Indonesia Menggugat.
“Pleidoi itu menginspirasi banyak bangsa di dunia untuk memperjuangkan kemerdekaan, dan mengenalkan konsep nation-state atau negara-bangsa. Di sinilah kita bisa menyatakan bahwa Bandung adalah tempat kelahiran ide besar kemerdekaan Indonesia,” terangnya.
Guncang dunia
Menurut Farhan, perjuangan Soekarno menjadi simbol bahwa ide dan keyakinan tidak bisa dipatahkan oleh tekanan fisik. Dari Desember 1929 hingga Agustus 1930, beliau dipenjara di sel ukuran 2,1 x 1,46 meter tanpa listrik. Tapi semangatnya justru semakin kuat. Dari situlah lahir karya tulis yang mengguncang dunia.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada generasi muda Kota Bandung yang menurutnya menunjukkan kepedulian terhadap sejarah, meski dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Farhan menyoroti penampilan Paskibraka dalam upacara pagi itu sebagai bukti nyata semangat kebangsaan anak muda. Saya tidak sendiri. Kami di Pemerintah Kota Bandung didukung penuh oleh Forkopimda, dari TNI, Polri, hingga DPRD. Bersama-sama, kami memastikan bahwa sejarah ini terus hidup. Karena dari Bandung lah, Bung Besar lahir untuk Indonesia,” tegasnya. (Rava/N-01)









