
KETERSEDIAAN SDM kompeten serta penguatan kerja sama dengan mitra industri sangat penting bagi pengembangan industri di Indonesia.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Emmy Suryandari, dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-68 sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Politeknik ATK Yogyakarta.
Ia menilai, Politeknik ATK Yogyakarta memiliki posisi strategis karena memiliki kompetensi khusus di bidang alas kaki, kulit, karet, dan plastik.
“Kompetensi teknis dan keterampilan yang relevan harus terus kita bangun agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan vokasi mampu memenuhi kebutuhan industri,” ujar Emmy.
Ubah nasib bangsa

Dikatakan, kebijakan industrialisasi merupakan salah satu tools atau alat untuk mengubah nasib bangsa. Karena itu, ujarnya pendidikan vokasi harus menjadi bagian dari upaya memastikan kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian Indonesia.
Sementara Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Dr. Sonny Taufan, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-68 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sejak berdiri pada 1958.
Selain itu juga untuk memperkuat perannya sebagai center of excellence penyedia SDM industri alas kaki, penyamakan kulit, karet, dan plastik.
Politeknik ATK Yogyakarta hingga saat ini terus mematangkan transformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan industri.
“Dari sisi tata kelola, institusi telah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Desember 2025 dan terus mendorong penguatan tata kelola melalui proses pengusulan menuju Badan Layanan Umum (BLU),” jelas Sonny.
Link and match
Ia menambahkan komitmen link and match dengan industri juga diperkuat melalui pengalaman internasional mahasiswa. Pada semester ganjil TA 2025/2026, 10 mahasiswa menyelesaikan Praktik Kerja Industri selama satu semester di Qingdao, Tiongkok.
Pada saat yang sama dua mahasiswa semester 5, Ananda Nara Yetta Kusmoro dari TPPK (Teknologi Pengolahan Produk Kulit) dan Athalia Vega Salsabila dari TPKP, akan mengikuti program magang di Tiongkok dengan beasiswa hasil kolaborasi Politeknik ATK Yogyakarta, Irootech Technology Co., Ltd., dan Wuhan Vocational College of Software and Engineering (WHVCSE).
Menyinggung animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny mengatakan masih cukup tinggi. Hal itu, jelasnya tercermin dari peminat yang mencapai 4.458 pendaftar pada penerimaan mahasiswa baru TA 2026/2027 dan dari jumlah pendaftar tersebut yang diterima 268 mahasiswa baru.
“Mahasiswa baru tersebut terdiri atas 132 mahasiswa TPPK, 85 mahasiswa TPKP, dan 51 mahasiswa TPK, yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 64 mahasiswa atau 23,88 persen,” jelasnya.
Terima beasiswa
Dia menambahkan sebanyak 12 mahasiswa baru memperoleh beasiswa penuh, terdiri atas 10 penerima beasiswa Pemerintah Daerah DIY dan dua mahasiswa, Satria Parama Daniswara dan Rizka Oktaviani, yang memperoleh beasiswa penuh sekaligus uang saku bulanan dari Yayasan Mario Minardi.
Direktur Politeknik ATK Yogyakarta menegaskan bahwa PKKMB dilaksanakan tanpa perpeloncoan. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kedisiplinan, karakter unggul, keselamatan kerja, dan budaya industri sejak mahasiswa mulai memasuki lingkungan kampus. (AGT/M-01)







