Bentuk Karakter Siswa, Spemduta Gelar Sekolah Subuh selama Ramadan

KETIKA mayoritas pelajar di Tanah Air kembali terlelap usai menyantap sahur dan shalat subuh, suasana berbeda tampak di SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) Kabupaten Sidoarjo. Para siswa di sekolah itu sudah mulai pelajaran jam 5.30 WIB.

Spemduta memang menerapkan terobosan berani bertajuk ‘Sekolah Subuh’, selama tiga pekan di bulan Ramadan.  Program itu memaksa para siswa beraktivitas lebih awal dari jadwal sekolah pada umumnya.

​Kepala Sekolah Spemduta M Arif Syaifudin mengatakan, program itu dirancang untuk mengubah stigma negatif bulan Ramadan yang identik dengan tidur setelah subuh.

“Kami membiasakan anak-anak berangkat pukul 05.30 WIB. Tujuannya jelas, memutus kebiasaan tidur kembali setelah subuh agar produktivitas mereka tetap terjaga,” kata M Arif Syaifudin, Senin (23/2).

BACA JUGA  Wamen PU Cek Jalan Porong yang sempat Ditutup akibat Banjir

Waktu istirahat

Selain belajar, para siswa Spemduta juga diajak shalat berjamaah selama Sekolah Subuh. (Dok.Ist)

​Meski kegiatan belajar dimulai saat fajar menyingsing, para siswa tidak lantas kehilangan waktu istirahat mereka. Sebagai kompensasi, sekolah memulangkan siswa lebih awal, yakni pukul 10.00 WIB.

Langkah itu diambil guna memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW, yaitu qailulah atau beristirahat sejenak di siang hari sebelum memasuki waktu Dzuhur.

​Nova Rangga, siswa kelas 9 C, mengakui adanya tantangan besar pada awal pelaksanaan program ini. Namun kemudian dia merasakan lingkungan sekolah membantu dirinya meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan. Seperti melalui kegiatan rutin tadarus Al-Qur’an yang ditargetkan khatam 30 juz selama bulan suci.

“Kalau di rumah biasanya bangun agak telat atau tidur lagi setelah subuh. Di sekolah, lingkungannya mendukung untuk tadarus dan murajaah, jadi tidak terasa berat lagi,” kata Nova.

BACA JUGA  Tips Tetap Sehat Berpuasa Bagi Penderita Diabetes

Program Mukim

Selain belajar, para siswa Spemduta juga diajak shalat berjamaah selama Sekolah Subuh. (Dok.Ist)

​Tak hanya “Sekolah Subuh”, Spemduta juga menawarkan program “Intensif Ramadan” atau mukim (menginap) bagi para siswa selama tiga pekan. Fasilitas pendukung seperti ruang mukim, lemari pribadi, hingga matras tidur.

Fasilitas tersebut disediakan untuk menjamin kenyamanan 68 siswa yang memutuskan menetap di sekolah dari total 500 siswa yang ada. Mereka yang menginap sekolah dikenai biaya tambahan Rp350 ribu per pekan.

​Selama program mukim, para siswa menjalani jadwal yang padat namun bermakna. Yaitu pembiasaan shalat lima waktu berjamaah, jajian kitab dan pengajian rutin, pelatihan muhadharah (pidato) untuk mengasah kepercayaan diri.

Respon positif

​Inovasi sekolah ini mendapat respons positif dari para wali murid. Meskipun orang tua harus ikut menyesuaikan jadwal untuk mengantar anak lebih pagi, mereka menganggap hal ini sebagai pembentukan kebiasaan baru yang positif bagi karakter anak di masa depan.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Tanam Jagung dan Benih Ikan di Lahan Pesantren

​Melalui sinergi antara disiplin waktu, penguatan spiritual, dan dukungan lingkungan, Spemduta berupaya mencetak generasi mumpuni. Yaitu tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menjalankan nilai-nilai religius di tengah godaan rasa kantuk di bulan Ramadan. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Fakultas Peternakan UGM Gelar Uji Kompetensi Formulator Pakan

FAKULTAS Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 321 Tahun 2017. Kegiatan yang diikuti 41 peserta itu…

Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

PENYUSUNAN Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) diharapkan menjadi momentum untuk menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan Indonesia, mulai dari tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), penataan kebutuhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Komedian Temon Meninggal Dunia

  • July 12, 2026
Komedian Temon Meninggal Dunia

Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

  • July 12, 2026
Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

  • July 12, 2026
Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

  • July 11, 2026
Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

  • July 11, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

  • July 11, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus