
FAKULTAS Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 321 Tahun 2017.
Kegiatan yang diikuti 41 peserta itu berlangsung selama tiga hari sejak Jumat.
“Latar belakang, mulai dari pelaku industri pakan, dosen, laboran, mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, hingga alumni,” kata Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet UGM, Prof. Chusnul Hanim, Jumat.
Kegiatan ini, ujarnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di bidang formulasi pakan ternak.
“Kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat merupakan kompetensi penting karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi produksi, kesehatan ternak, serta keberlanjutan usaha peternakan. Melalui pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga pengalaman praktik dan asesmen kompetensi sesuai standar nasional,” ujar Prof. Chusnul Hanim.
Kebutuhan dunia kerja
Sementara Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro menjelaskan sertifikasi kompetensi telah menjadi kebutuhan di dunia kerja modern. Penguasaan kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikat profesi menjadi nilai tambah bagi lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia industri.
“SKKNI disusun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi — BNSP — sebagai bukti seseorang memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya. Saat ini sertifikasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan karena dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang kompetensinya terukur dan diakui secara nasional,” ungkapnya.
Prof. Budi menjelaskan penyusunan SKKNI merupakan inisiasi pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan adanya standar kompetensi nasional, setiap profesi memiliki acuan yang jelas mengenai kemampuan yang harus dimiliki oleh tenaga kerja. (AGT/M-01)







