
UNIVERSITAS Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-67 dengan menggelar Sidang Terbuka Senat pada Senin (15/12/2025). Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., di depan sidang Senat Terbuka mengatakan, mereka telah mendapatkan pengakuan dari beberapa lembaga eksternal atas kualitas pengelolaan perguruan tinggi dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Rektor menambahkan memasuki usia yang ke-67, UPN Veteran Yogyakarta terus mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul dalam bidang kebumian dan energi. Dalam hal ini, UPN Veteran Yogyakarta mendapatkan kepercayaan dari Badan Geologi sebagai mitra kerjasama dalam eksplorasi mineral dan batubara, bersama dengan tiga perguruan tinggi lain yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjajaran (Unpad).
“UPN Veteran Yogyakarta juga dipercaya menjadi implementator pertama untuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 tahun 2025, untuk mendukung target lifting minyak nasional melalui sinergi Migas Center, SKK Migas, PT. Pertamina, dan pemerintah daerah dalam kerja sama operasi sumur idle di Banyuasin dan sumur tua di Cepu, sebagai wujud nyata Kampus Bela Negara yang berdampak,” katanya.
Songsong Indonesia Emas

Dirjen Minerba Tri Winarno saat berbicara di depan sidang Senat Terbuka UPN Veteran Yogyakarta (MN/Dok.UPN Yogyakarta)
Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan peran Bela Negara dan demokrasi dalam pengelolaan sumber daya mineral, termasuk hilirisasi. “Saya mengajak semua membaca keterkaitan antara Bela Negara dan demokrasi, dalam pengelolaan mineral dan batubara, dimana Bela Negara berarti menjaga kedaulatan energi dan industri, sedangkan demokrasi berarti memastikan pengeloalannya secara terbuka, adil, dan benar-benar untuk rakyat,” papar Dirjen Minerba.
Menurut dia, nilai-nilai Bela Negara dan demokrasi sangat vital dalam mengawal tata kelola sumber daya mineral, dalam menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.
Nilai-nilai Bela Negara dalam sektor minerba berarti memastikan sumber daya mineral, dikelola untuk kepentingan nasional. Sedangkan, demokrasi memastikan bahwa pengelolaannya tidak gelap, akuntabel dan memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Dirjen Minerba memastikan bahwa sektor minerba masih memberikan kontribusi mayoritas pada perekonomian Indonesia, sekaligus menopang capaian target Indonesia Emas 2045 dan target Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap) menjadi negara maju (high income country), dengan target pendapatan per kapita sekitar US$30.300 atau sekitar Rp15 juta per bulan pada 2045.
Kurangi kerentanan
Menurut dia, suatu negara bisa mencapai posisi negara maju dengan ditopang industri manufaktur. Karenanya, Presiden Prabowo meletakkan ketahanan energi dan hilirisasi dalam Asta Cita kedua dan kelima.
“Di sinilah nilai-nilai Bela Negara menjadi kebijakan untuk mengurangi kerentanan pasokan, menahan nilai tambah di dalam negeri, dan memberikan kepastian usaha dengan prinsip good governance,” imbuhnya.
Dikatakan hilirisasi berperan untuk mengubah posisi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi pemain industri. Hilirisasi, lanjutnya, tidak hanya soal ekspor, tetapi juga membangun ekosistem teknologi, keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM), energi, logistik dan tata kelola industri.
Dalam perspektif Bela Negara, katanya hilirisasi memperkuat kemandirian ekonomi. Sedangkan, dalam perspektif demokrasi hilirisasi wajib disertai dengan akuntabilitas lingkungan, keselamatan kerja, dan keadilan manfaat kepada masyarakat. Dampak nyata dari hilirasasi antara lain peningkatan peluang kerja dan pendapatan masyarakat.
“Pesannya adalah hilirisasi yang dikelola dengan baik dapat menjadi alat pemerataan, tapi pemerataan baru benar-benar terjadi jika dampak lingkungan terkendali, keselamatan kerja terpenuhi, dan masyarakat sekitar memperoleh manfaat nyata,” tuturnya.
Penghargaan Alumni Berprestasi
Peringatan Dies Natalis ke-67, menjadi ajang penghargaan bagi insan-insan UPN Veteran Yogyakarta berprestasi, mulai dari alumni, dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa.
Para alumni UPN Veteran Yogyakarta yang hadir dan menerima penghargaan sebagai Alumni Berprestasi. Peringatan Dies Natalis ke-67 juga menjadi momentum untuk meresmikan tiga gedung yang selesai dibangun pada 2025, yakni Gedung Layanan Akademik FTME Arie Frederick Lasut (E), Gedung Parkir FTME, dan Gedung Parkir FEB. (AGT/N-01)









