Derby Iberia di Piala Dunia bukan Sekadar Pertandingan Sepak Bola

PORTUGAL memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menyudahi perlawanan Kroasia 2-1 di Stadion BMO Field, Toronto, Amerika Serikat, Jumat WIB. Kesuksesan serupa dipetik tetangga mereka Spanyol yang bertanding dulu.

La Furia Roja–julukan Spanyol– melaju ke 16 besar seusai menghajar Austria tiga gol tanpa balas di Los Angeles Stadium, Jumat (3/7) dini hari WIB. Brace Mikel Oyarzabal dan satu gol dari Pedro Porro menegaskan dominasi tim besutan Luis de la Fuente tersebut.

Persoalannya adalah kedua negara di Semenanjung Iberia itu sudah harus baku bunuh lebih awal Hal itu tentu di luar prediksi banyak pengamat. Derby Iberia sendiri tidak bisa dihindari lantaran Selacao  das Quinas–julukan Portugal– gagal menjadi juara Grup K. Mereka finis di urutan kedua di bawah Kolombia, sehingga harus masuk jalur Spanyol yang menjadi juara Grup H.

Sejarah panjang

Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. (Dok.ist)

Bagaimanapun rivalitas Spanyol versus Portugal adalah salah satu duel paling menarik dalam sepak bola. Kendati di Spanyol, tidak ada lagi nama-nama besar seperti Puyol, Sergio Ramos, Xavi Hernadez dan di Portugal hanya ada Cristiano Ronaldo di penghujung kariernya, bentrok kedua negara tetap dinanti para penggemar sepak bola.

BACA JUGA  Bahrain Terdepak, Timnas Indonesia Lolos ke Ronde Empat

Boleh dibilang persaingan mereka tidak sekadar karena kedekatan geografis, tetapi juga sejarah masa lalu kedua negara, terutama pada masa kolonialisme saat mereka mengusai dunia. Rivalitas antara Portugal dan Spanyol berakar dari sejarah panjang kedua negara, yang telah bersaing sejak abad pertengahan dalam hal politik, perdagangan, dan pengaruh global.

Secara politik persaingan kedua negara bermula pada 1581 silam, ketika Raja Henry dari Portugal meninggal tanpa pewaris, sehingga memicu krisis suksesi, di mana para penuntut utama takhta adalah Philip II dari Spanyol dan António, Prior Crato.

Philip II dari Spanyol lalu diangkat menjadi raja, dan ia menyatukan Mahkota João VI dan Mahkota Spanyol untuk membentuk Uni Iberia, yang bertahan selama 60 tahun. Pada 1640 terjadi Perang Restorasi Portugis melawan Spanyol. Dan Portugal mendapatkan kembali kemerdekaannya di bawah dinasti Braganza.

Selalu berlawanan

Pada abad ke-18, perang sering terjadi antara kerajaan-kerajaan besar, dan Portugal dan Spanyol secara teratur berada di pihak yang berlawanan. Portugis, berkat aliansi mereka yang telah lama terjalin, bersekutu dengan Inggris Raya, sementara Spanyol, melalui Pakta Keluarga (Pacte de Famille), bersekutu dengan Prancis. Pada 1762, selama Perang Tujuh Tahun, Spanyol melancarkan invasi yang tidak berhasil ke Portugal.

BACA JUGA  Baku Hantam Tim Kuat Terhindar di Fase Grup Piala Dunia

Lalu pada 1777, terjadi konflik antara kedua negara mengenai perbatasan wilayah kekuasaan mereka di Amerika Selatan. Selama Era Napoleon, pada tahun 1807, raja Spanyol dan sekutu Prancisnya menginvasi Portugal, menggunakan rute melalui wilayah Spanyol. Namun, Prancis memutuskan untuk mengambil alih kedua negara tersebut, menggulingkan raja Spanyol dan memaksa keluarga kerajaan Portugis untuk melarikan diri ke koloni mereka di Brasil.

Setelah jatuhnya Napoleon, kedua negara hampir berperang beberapa kali selama awal abad ke-19. Keduanya kehilangan koloni Amerika mereka tak lama setelah berakhirnya Perang Semenanjung, yang sangat melemahkan kekuatan global mereka.

Spanyol lebih unggul di lapangan hijau

Di lapangan hijau, persaingan mereka dimulai sejak pertemuan resmi pertama mereka pada 18 Desember 1921, ketika Spanyol mengalahkan Portugal 3-1 dalam pertandingan persahabatan di Madrid.

BACA JUGA  TVRI Gandeng Telkomsel Perluas Akses Piala Dunia 2026

Sejak saat itu, kedua tim telah bertemu lebih dari 40 kali, dengan Spanyol memimpin rekor head-to-head, 17 kemenangan untuk Spanyol, 7 untuk Portugal, dan 16 hasil imbang (berdasarkan data hingga 2024).

Namun, angka-angka ini hanya menceritakan sebagian kecil dari cerita. Rivalitas Iberia bukan hanya soal statistik, tetapi tentang emosi, harga diri, dan momen-momen yang mengguncang dunia sepak bola.

Meskipun Spanyol secara historis lebih dominan, Portugal telah menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi duri dalam daging, terutama di era sepak bola modern

“Tentu saja kami harus siap. Kami mengenal mereka dengan baik. Spanyol adalah salah satu tim favorit juara. Tapi saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang seimbang. Kita lihat saja apa yang terjadi nanti dan itu pasti menarik,” ujar bintang Portugal Cristiano Ronaldo. (*/Mln)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

ARGENTINA memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia setelah menekuk Swiss 3-1 lewat pertarungan dramatis di babak perempat final, Minggu. Dalam duel di Arrowhead Stadium, Kansas City tersebut, harus dilanjutkan dengan perpanjangan…

Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

INGGRIS sukses menyegel tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukan perlawanan Norwegia 2-1  di babak perempatfinal lewat perpanjangan waktu. Dalam laga yang berlangsung di Miami Stadium, Minggu (12/7) dini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Komedian Temon Meninggal Dunia

  • July 12, 2026
Komedian Temon Meninggal Dunia

Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

  • July 12, 2026
Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

  • July 12, 2026
Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

  • July 11, 2026
Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

  • July 11, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

  • July 11, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus