
JUMLAH pasien penderita influenza tipe A atau super flu di RSU Assakinah Medika, Sukodono, Sidoarjo, mengalami lonjakan signifikan dalam tiga pekan terakhir. Seluruh tempat tidur (bed) rawat inap di rumah sakit tersebut terisi penuh, dengan 80 persen di antaranya merupakan pasien gejala mirip super flu.
Kondisi tersebut membuat instalasi gawat darurat (IGD) melebihi kapasitas normal. Untuk menampung lonjakan pasien, pihak manajemen RSU Assakinah Medika mengalihfungsikan ruang manajemen menjadi ruang rawat inap darurat.
Langkah itu menambah kapasitas total bed dari 110 menjadi 120 unit. Sebagian besar pasien rata-rata membutuhkan waktu perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.
Rentan menjangkiti anak-anak

Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika, dr. Nur Alfiani, Sp.A, mengonfirmasi peningkatan kasus influenza ini. Menurutnya, lonjakan serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Sidoarjo, sejak awal September.
“Kasusnya sedang meningkat. Beberapa rumah sakit di Surabaya yang melakukan pemeriksaan swab melaporkan hasil positif influenza. Penyakit ini sebenarnya bisa menyerang semua usia, tetapi kelompok anak-anak jauh lebih rentan,” ujar dr. Nur Alfiani kepada awak media, Kamis (1/10).
Ia menjelaskan, anak-anak lebih rentan tertular karena sistem kekebalan tubuh yang belum kuat serta bentuk tubuh yang lebih kecil, sehingga memudahkan penularan melalui percikan sistem pernapasan (droplet) dari orang dewasa atau lingkungan sekitar.
Gejala khas influenza ini meliputi batuk kering, pilek, serta demam tinggi yang mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius pada tiga hari pertama. Selain itu, pasien kerap mengalami nyeri otot (malaise) yang membuat tubuh terasa lemas dan sakit saat digerakkan. Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi ini berisiko memicu komplikasi berat seperti radang paru-paru (pneumonia) dan sesak napas.
Terapkan protokol kesehatan
Para orang tua diimbau untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti lemas, enggan minum, serta penurunan frekuensi buang air kecil. Jika demam tinggi tak kunjung turun dalam kurun empat jam atau muncul gejala sesak napas, pasien harus segera dibawa ke IGD.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta konsisten menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Pola hidup sehat melalui istirahat cukup (7–8 jam untuk dewasa) dan asupan nutrisi bergizi juga penting untuk menjaga imunitas.
Selain itu, dr. Nur Alfiani menyoroti pentingnya pemberian vaksinasi influenza tahunan. Langkah ini dinilai efektif mengingat virus influenza terus bermutasi setiap tahunnya.
“Masyarakat tidak perlu panik karena gejalanya tidak seberat COVID-19. Yang terpenting adalah kewaspadaan orang tua dalam memantau kondisi anak. Jika anak tampak lemas dan menunjukkan gejala dehidrasi, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (OTW/M-01)






