
PROF. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D. resmi terpilih sebagai Rektor UPN Veteran Yogyakarta Periode 2026–2030. Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si dan Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T.
Komposisi suara dalam pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta mengacu pada Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, beserta perubahannya melalui Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018.
Dalam ketentuan tersebut, bobot suara Senat Universitas sebesar 65 persen dan porsi suara Menteri sebesar 35 persen.
Porsi 35 persen suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset dan Teknologi dikonversi menjadi 17 suara. Sedangkan total suara Senat Universitas sebanyak 31 suara, sehingga total terdapat 48 suara.
Merangkul semua elemen
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., selaku perwakilan Mendiktisaintek menyampaikan pesan Menteri kepada Rektor Terpilih untuk merangkul seluruh elemen di universitas.
“Bapak Menteri berpesan bahwa Rektor Terpilih harus bisa merangkul semua pihak dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan sebaik-baiknya, sehingga UPN “Veteran” Yogyakarta bisa makin melesat makin maju,” ujarnya.
Prof. Ardi juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi penguatan universitas.
Menjaga identitas
Dikatakan, optimalisasi kapasitas dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kesejahteraan dan pengembangan karier. Karena itu, Rektor Terpilih diharapkan mampu merumuskan strategi yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan SDM di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Selain pengembangan SDM, Prof. Ardi menekankan pentingnya menjaga identitas UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Bela Negara dan Kampus Energi.
Menurut dia, nilai-nilai Bela Negara harus terintegrasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, sehingga tidak berhenti sebagai identitas kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di sisi lain, posisi UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Energi dinilai memiliki kompetensi strategis yang perlu terus diperkuat. Keunggulan tersebut tercermin melalui pengembangan keilmuan dan sumber daya manusia di bidang energi, pertambangan, kebumian, lingkungan, serta manajemen kebencanaan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan tantangan masa depan.
“Semoga Rektor Terpilih nanti bisa betul-betul meramu strategi agar UPN “Veteran” Yogyakarta tidak hanya berproses, tetapi melompat ke depan,” imbuhnya.
Akan diproses sesuai ketentuan
Ketua Senat UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nurcholis, M.Agr., menjelaskan bahwa hasil Pemilihan Rektor tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Mendiktisaintek untuk diproses sesuai dengan ketentuan dan tahapan yang berlaku.
Setelah proses tersebut selesai, kata Prof. Nurcholis, Rektor Terpilih akan ditetapkan sebagai Rektor definitif dan dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan.
Ia menegaskan keputusan akhir mengenai penetapan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030 berada pada tangan Mendiktisaintek.
“Hasil Pemilihan Rektor ini belum merupakan hasil final karena hasil final ditentukan oleh Mendiktisaintek. Selanjutnya, hasil pemilihan akan kami laporkan kepada Menteri untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga nantinya dapat ditetapkan Rektor definitive,” papar Ketua Senat.
Penguatan kebersamaan
Oleh sebab itu, Prof. Nurcholis mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga suasana tetap kondusif selama proses penetapan berlangsung, hingga pelantikan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyampaikan bahwa kepemimpinan Rektor Terpilih ke depan memiliki tantangan untuk memperkuat harmoni dan persatuan di lingkungan universitas.
Menurutnya, penguatan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membawa UPN “Veteran” Yogyakarta menghadapi berbagai agenda pengembangan universitas ke depan. (AGT/M-01)







