DIY Alami Inflasi 0,26 Persen pada September 2026

BADAN Pust Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat secara month to month (m-to-m), pada September 2026, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.

Sementara itu, inflasi secara year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 3,18 persen dan secara year-todate (y-to-d) sebesar 1,81 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada September 2026 mencapai 111,92, meningkat dari 111,63 pada Agustus 2026.

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, Kamis mengemukakan, inflasi bulanan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 0,27 persen. “Inflasi bulanan terutama disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,94 persen dengan andil 0,26 persen,” katanya di Yogyakarta.

Komoditas utama penyumbang inflasi menurut catatan BPS DIY adalah beras dengan andil 0,07 persen, cabai rawit 0,06 persen, buncis 0,04 persen, daging ayam ras 0,03 persen, serta telur ayam ras 0,02 persen. Selain kelompok pangan, ujarnya kenaikan harga juga terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran lainnya.

BACA JUGA  Yogyakarta Catat 18 Kasus Leptospirosis di Semester I

Menurut dia, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan andil 0,02 persen, Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kesehatan, serta Pendidikan masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, 0,25 persen, dan 0,12 persen, dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.

Emas Perhiasan Tahan Laju Inflasi

Di sisi lain, imbuhnya, penurunan harga sejumlah komoditas menahan laju inflasi pada September 2026. Dikatakan, emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen, sementara ketimun, wortel, dan bawang merah masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Angkutan udara juga memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya secara keseluruhan mengalami deflasi sebesar 0,70 persen dengan andil minus 0,05 persen. Secara tahunan, inflasi DIY meningkat dari 3,07 persen pada Agustus 2026 menjadi 3,18 persen pada September 2026.

BACA JUGA  Peringati Hari Bakti ke-79, TNI AU Tambah Alutsista

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,09 persen, diikuti Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,81 persen serta Kelompok Transportasi sebesar 0,56 persen.

Ditinjau menurut komoditas, emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan terbesar, yakni 0,76 persen, diikuti bensin sebesar 0,35 persen, beras 0,16 persen, cabai rawit 0,12 persen, dan minyak goreng 0,09 persen. Sebaliknya, kelapa, telur ayam ras, bawang merah, tomat, dan daun melinjo menjadi komoditas yang menahan laju inflasi tahunan.

Inflasi per wilayah

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, ujarnya Kota Yogyakarta mencatat inflasi bulanan sebesar 0,28 persen dan inflasi tahunan sebesar 3,31 persen. Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mengalami inflasi bulanan sebesar 0,24 persen dan inflasi tahunan sebesar 3,07 persen.

BACA JUGA  Tiga Ganda Putra Indonesia Melaju ke 16 Besar

“Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi bulanan di kedua wilayah tersebut. Di Kabupaten Gunungkidul, keduanya masing-masing memberikan andil 0,08 persen, diikuti buncis sebesar 0,06 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, di Kota Yogyakarta, beras memberikan andil 0,05 persen, sedangkan cabai rawit dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,04 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas penahan inflasi di kedua wilayah, dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen di Kabupaten Gunungkidul dan 0,04 persen di Kota Yogyakarta. (AGT/M-01)

Related Posts

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis