Aset Rampasan Negara Rp7 Triliun Diserahkan ke PT Timah

PRESIDEN Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk. di Smelter PT Tinindo Internusa, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10).

Penyerahan dilakukan secara berjenjang dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, dilanjutkan ke CEO Danantara, dan akhirnya kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.

Presiden Prabowo menyebut langkah ini sebagai momen penting pemulihan kerugian negara akibat praktik tambang ilegal di wilayah konsesi PT Timah.

“Tadi bersama-sama kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melakukan pelanggaran hukum,” ujar Presiden Prabowo usai acara.

Barang rampasan yang diserahkan mencakup aset bernilai besar, di antaranya:

  • 108 unit alat berat
  • 99 ton produk kristal Sn (cristalyzer)
  • 94 ton crude tin
  • 680 ton logam timah
  • 53 kendaraan, 195 alat tambang, dan 6 unit smelter
  • Tanah seluas 238.848 m², 1 mess karyawan, serta
  • Uang tunai dan valas senilai lebih dari Rp202 miliar, termasuk dalam mata uang asing (USD, JPY, SGD, EUR, KRW, dan AUD).
BACA JUGA  Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah

Menurut Presiden, nilai total aset yang disita dan diserahkan mencapai Rp6-7 triliun, belum termasuk potensi besar dari tanah jarang (rare earth/monasit) yang nilainya bisa mencapai ratusan ribu dolar per ton.

“Nilainya mendekati enam sampai tujuh triliun. Tapi tanah jarang yang belum diurai bisa jauh lebih besar, satu ton saja bisa mencapai 200 ribu dolar,” ungkapnya.

Prabowo juga mengungkap bahwa kerugian negara akibat tambang ilegal di kawasan PT Timah diperkirakan mencapai Rp300 triliun.

“Kita bisa bayangkan, kerugian negara dari enam perusahaan ini saja mencapai 300 triliun. Ini yang sekarang kita hentikan,” tegasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Praktik Beras Oplosan Rugikan Negara Rp100 Triliun Setiap Tahun

Siswantini Suryandari

Related Posts

Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

INDONESIA dipastikan akan segera berhenti mengimpor solar setelah penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50. Penegasan itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kamis. “Tentu saja dengan implementasi…

Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

INDONESIA patut berbangga. Pasalnya Indonesia kini memimpin dalam upaya penurunan emisi karbon melalui penerapan mandatori biodiesel B50. Tidak mengherankan jika sorotan dunia kini mengarah ke negara ini Hal tersebut diungkapkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

  • July 10, 2026
Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

  • July 9, 2026
Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

  • July 9, 2026
Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

  • July 9, 2026
Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

  • July 9, 2026
Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

  • July 9, 2026
Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah