
TENTARA Nasional Indonesia meminta massa untuk membubarkan diri dari rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8). Bersama warga, TNI juga menutup portal di gang rumah Sahroni untuk mencegah tak ada lagi penjarah yang masuk.
Sebelumnya massa menggeruduk dan menjarah rumah Sahroni. Mereka membawa barang-barang mulai dari kasur, bantal, kulkas, mesin cuci, lemari, jam tangan mewah, tas bermerek dan lain-lain. Selain itu, surat-surat seperti Kartu Keluarga dan ijazah juga tak luput diambil warga.
Dua mobil bermerek Lexus dan Porche milik Sahroni juga tak lepas dari amukan massa. Keduanya dihancurkan massa.
Kontroversial

Ahmad Sahroni memang menjadi sorotan dala beberapa hari terakhir menyusul pernyataan kontroversialnya soal wacana pembubaran lembaga legislatif. Legislator NasDem itu menyebut kritik yang meminta pembubaran DPR sebagai sesuatu yang berlebihan dan tolol.
Namun akhirnya dia setuju ada evaluasi total tunjangan untuk ara anggota DPR. “Saya dukung evaluasi tunjangan yang diterima anggota DPR RI, setuju evaluasi secara total,” kata Sahroni.
Dia juga memastikan semua tunjangan hingga gaji yang diterima akan diberikan kepada masyarakat. “Untuk saya semua gaji dan tunjangan dari dulu selalu saya berikan kembali ke masyarakat, itu wajib,” ucap dia.
“Semua gaji dan tunjangan yang saya terima, meski nanti dievaluasi, tetap akan saya kembalikan ke masyarakat,” lanjutnya. (*/N-01)










