Lucky Widja, Vokalis Element, Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun

KABAR duka datang dari dunia musik Tanah Air. Lucky Widja, vokalis grup band Element, meninggal dunia pada Minggu (25/1) malam. Ia wafat di usia 49 tahun dan meninggalkan seorang istri serta satu anak laki-laki.

Pemilik nama lengkap Lucky P. Widjadiputra itu diketahui telah lama berjuang melawan penyakit TB ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin.

Kabar kepergian Lucky dibagikan oleh sahabat sekaligus rekan satu bandnya, Ferdy Tahier, melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (26/1).

“Selamat jalan sahabat gue… ade gue… partner gue di panggung… lo udah tenang, nggak sakit lagi,” tulis Ferdy.

“Nggak butuh cuci darah lagi… nggak perlu oksigen lagi… lo happy sekarang, bisa muda lagi… tenang di sana ya, Ki…,” lanjutnya.

BACA JUGA  Menko Polhukam: Indonesia Kehilangan Negarawan dalam Sosok Hamzah Haz

Ferdy juga mengunggah foto kebersamaannya dengan Lucky saat tampil di atas panggung. Ungkapan duka cita turut disampaikan melalui akun Instagram resmi Element Band lewat fitur story.

Selain dikenal sebagai vokalis Element, Lucky juga aktif menggarap berbagai proyek musik. Ia menciptakan sejumlah lagu serta kerap menjadi pembicara dalam berbagai workshop musik.

Element sendiri merupakan grup musik yang berdiri pada 14 Februari 1997 dengan dua vokalis. Band ini berawal dari persahabatan tiga orang, yakni Ronny Setiawan, Lucky Widja, dan Didi Riyadi, yang sama-sama dikenal sebagai model majalah Aneka.

Saat ini, personel Element yang tersisa adalah Ferdy Tahier (vokal), Didi Riyadi (drum), Fajar Putra (keyboard), Arya Prasetyo (gitar), Adhitya Pratama (gitar), dan Muhammad Gibran Aziz atau Ibank (bass).

BACA JUGA  Jimmy Carter, Presiden AS ke-39 Meninggal Dunia di Usia Seabad

Sebelum kabar duka ini, Element diketahui baru saja merilis single terbaru berjudul Cinta Tak Berbatas. (S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

PERKAWINAN antarayam yang memiliki hubungan kekerabatan atau inbreeding dapat menjadi salah satu metode dalam pemuliaan ayam ketawa untuk mempertahankan dan menyeragamkan karakter genetik tertentu. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara terencana…

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan