
RAPPER AS Nicki Minaj menghapus akun media sosialnya setelah menuai gelombang kritik usai tampil dalam acara Turning Point USA, AmericaFest, yang digelar di Phoenix, Arizona, Minggu (21/12) lalu. Artis berusia 43 tahun itu disebut kehilangan hampir 10 juta pengikut setelah kemunculannya di panggung acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Minaj tampil bersama Erika Kirk, istri mendiang aktivis politik Charlie Kirk yang tewas ditembak pada September lalu. Meski demikian, sejumlah penggemar menilai penghapusan akun tersebut bukan hal baru, mengingat Minaj beberapa kali melakukan hal serupa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada Oktober lalu.
Dilansir dari New York Post, saat berbicara di hadapan peserta AmericaFest, Minaj menyampaikan pandangannya tentang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mendorong generasi muda, khususnya laki-laki, untuk meneladani sosok Trump yang ia sebut sebagai figur penuh harapan.
“Dia telah memberi begitu banyak orang harapan bahwa masih ada peluang untuk mengalahkan pihak yang jahat dan menang dengan kepala tegak,” ujar Minaj.
Minaj juga membandingkan perjalanan hidupnya dengan Trump, dengan menyinggung latar belakang mereka yang sama-sama tumbuh besar di Queens, New York. Menurutnya, pengalaman hidup penuh tekanan tidak selalu menjadi akhir segalanya.
“Ada masa-masa terburuk dalam hidup yang membuat kita merasa tak akan bangkit lagi. Tapi kita bisa bangkit. Presiden kita menunjukkan itu,” katanya.
Nicki Minaj kritik Gubernur California Gavin Newsom
Dalam pidatonya, Minaj juga melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur California Gavin Newsom. Ia secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan Newsom terkait isu anak transgender, yang selama ini memang kerap ia kritik di media sosial.
Selain isu politik, Minaj menyinggung perjalanan spiritualnya serta menyuarakan keprihatinan atas kekerasan terhadap umat Kristen di Nigeria. Ia menegaskan komitmennya untuk bersuara membela kebebasan beragama.
“Kami tidak akan pernah dibungkam lagi. Kami akan bersuara untuk umat Kristen di mana pun mereka berada,” tegasnya.
Menanggapi kritik dan reaksi negatif yang ia terima dari industri musik maupun publik, Minaj mengaku tidak terpengaruh. Ia menegaskan tidak akan mundur dari keyakinan yang ia pegang.
Dalam sesi diskusi yang sama, Minaj sempat keliru menyebut Wakil Presiden JD Vance dengan istilah yang kurang tepat, namun segera mengoreksi ucapannya. Pihak penyelenggara acara memastikan tidak ada keberatan atas pernyataan tersebut.
JD Vance sendiri turut hadir di panggung dan menyampaikan pujian kepada Minaj dengan nada bercanda, yang disambut tawa hadirin.
Usai penampilan Minaj di AmericaFest, warganet kembali menyoroti cuitan lama rapper Cardi B yang menegaskan dirinya tidak akan pernah berpihak pada Partai Republik. Cardi B dan Nicki Minaj diketahui memiliki rivalitas panjang di industri musik. (*/S-01)









