
SEBANYAK 49,65% mahasiswa baru dari total 432 Program Sarjana Reguler Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mendapat subsidi UKT.
Besaran subsidi yang diterima para mahasiswa baru tersebut bervariasi. Namun 14,02% di antaranya adalah penerima subsidi 100% sehingga mereka bebas biaya kuliah.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, menjelaskan FEB UGM menjaga inklusivitas dengan memberikan kesempatan belajar yang adil bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
“Hampir separuh dari mahasiswa baru Program Sarjana Reguler tahun ini yaitu sebesar 49,65% menerima subsidi UKT, dengan 14,02% di antaranya mendapatkan subsidi UKT 100% atau bebas biaya kuliah,” tegasnya, Rabu (5/8) saat menyambut 613 mahasiswa baru dalam acara PIONIR SIMFONI 2026 di Plaza FEB UGM.
Pendidikan berkeadilan
Didi mengatakan pemberian subsidi UKT ini merupakan wujud nyata dari komitmen FEB UGM untuk memberikan akses pendidikan yang berkeadilan, menjangkau potensi unggul dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan geografis.
Kebijakan ini sejalan dengan prinsip keadilan yang diterapkan UGM melalui sistem UKT, sehingga calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetap dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala kemampuan ekonomi.
Melalui kebijakan subsidi UKT yang konsisten diberikan setiap tahun, FEB UGM terus memperkuat perannya sebagai fakultas yang inklusif dan berorientasi pada pemerataan akses pendidikan.
Generasi muda
Dukungan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan potensi akademik dan menjadi pemimpin masa depan di bidang ekonomika dan bisnis.
Pada 2026 FEB UGM menerima 613 mahasiswa baru Program Sarjana, yang terdiri dari 432 mahasiswa reguler dan 181 mahasiswa International Undergraduate Program (IUP).
Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelum memulai perjalanan akademik di FEB UGM, mereka mengikuti rangkaian acara pengenalan kampus melalui PIONIR SIMFONI 2026 pada 5-6 Agustus 2026.
Bagikan Tumbler
Para mahasiswa baru ini juga menerima pembagian tumbler atau botol minum. Pembagian botol minum ini dilakukan secara simbolis oleh Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari dan diterima oleh tiga mahasiswa baru yang mewakili masing-masing program studi.
Wakill Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, menyatakan bahwa pembagian tumbler ini menjadi salah satu inisiatif FEB UGM dalam mendukung aspek keberlanjutan di lingkungan kampus.
“Upaya ini bukan hanya sebagai souvenir dan kenangan dari PIONIR SIMFONI namun sebagai wujud komitmen bersama untuk terus menerapkan gaya hidup sehat dan selalu mengedepankan aspek keberlanjutan dalam kehidupan di kampus dan di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bayu mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan misi FEB UGM untuk menumbuhkembangkan pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran terhadap isu keberlanjutan. (AGT/M-01)






