
KOMEDIAN ternama Korea Selatan, Park Na-rae, pada Senin (8/12) menyatakan menghentikan seluruh kegiatan siaran televisi di tengah membesarnya tuduhan pelecehan terhadap mantan manajernya serta dugaan penerimaan perawatan medis ilegal.
Melalui unggahan di media sosial, bintang program populer MBC I Live Alone itu mengatakan bahwa ia “memutuskan untuk menghentikan kegiatan siaran hingga semuanya benar-benar selesai,” karena merasa tidak dapat terus menimbulkan masalah bagi program maupun rekan-rekannya.
Dengan keputusan ini, Park diperkirakan mundur dari sejumlah acara televisi yang dibintanginya, termasuk I Live Alone dan Amazing Saturday di tvN.
Kontroversi bermula ketika dua mantan manajernya menuduh Park melakukan kekerasan verbal, fisik, serta meminta mereka mengerjakan tugas yang tidak terkait pekerjaan resmi.
Pada Sabtu, agensi Park mengajukan laporan balik ke polisi, menuding kedua mantan manajer tersebut melakukan pemerasan melalui klaim palsu. Pihak Park juga menyiapkan laporan terpisah terhadap salah satu mantan manajer atas dugaan penggelapan dan membantah tuduhan bahwa Park menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Park mengatakan telah bertemu dengan para mantan manajer pekan ini dan menyatakan konflik serta “kesalahpahaman” sudah diselesaikan, namun ia tetap mengambil “tanggung jawab penuh” dan menyebut dirinya sedang melakukan refleksi mendalam.
Kasus semakin melebar setelah muncul tuduhan baru bahwa Park menerima suntikan tidak berizin dan resep obat melalui perantara dari seorang praktisi ilegal yang dikenal publik sebagai “bibi suntik”. Mantan Ketua Asosiasi Dokter Korea, Lim Hyun-taek, melaporkan praktisi tersebut ke polisi dan menyebut Park sebagai terduga pihak yang terlibat.
Kontroversi ini mencoreng karier Park Na-rae yang selama ini dikenal sebagai salah satu komedian perempuan paling sukses di Korea Selatan. Debut pada 2006, Park telah memenangkan berbagai penghargaan, termasuk Grand Prize MBC Entertainment Awards 2019 dan Best Female Variety Performer Baeksang Arts Awards 2020. (Yonhap/S-01)









