Efek IKEA: Terjebak dalam Hubungan yang Tak Sehat

Efek IKEA dalam konteks hubungan merujuk pada kecenderungan seseorang untuk memberikan nilai berlebih pada hubungan yang telah mereka investasikan banyak usaha, meskipun hubungan tersebut mungkin tidak sehat atau memuaskan secara objektif.

Hal ini paralel dengan bias kognitif di mana seseorang menilai lebih tinggi produk yang mereka rakit sendiri, seperti furnitur IKEA. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam sebuah hubungan, semakin sulit untuk melepaskannya—terlepas dari kualitas hubungan itu sendiri.

Berikut penjelasan lebih rinci:

Usaha dan Persepsi Nilai

Inti dari efek IKEA adalah bahwa semakin besar upaya yang diberikan, semakin tinggi pula nilai yang dirasakan. Dalam hubungan, hal ini berarti seseorang bisa merasa lebih terikat hanya karena waktu, energi, dan beban emosional yang telah diinvestasikan.

BACA JUGA  Menakar 76 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok

“Dibuat dengan Cinta” vs. “Layak Dicintai”

Seperti dijelaskan dalam Psychology Today, usaha yang kita curahkan bisa membuat kita merasa lebih terhubung, baik pada benda fisik maupun dalam hubungan. Kita mungkin menganggap hubungan itu berharga hanya karena kita sudah berusaha keras, padahal bisa jadi hubungan itu tidak benar-benar memenuhi kebutuhan kita.

Strategi “Susah Didapat”

Efek IKEA juga berkaitan dengan konsep “playing hard to get” atau membuat diri tampak sulit didekati. Strategi ini dapat mendorong seseorang untuk mengeluarkan lebih banyak usaha, waktu, dan perhatian—yang kemudian membuat mereka merasa hubungan tersebut lebih bernilai karena sudah diperjuangkan.

Risiko dan Bahaya

Meski efek IKEA dapat menciptakan rasa pencapaian dan keterikatan, dalam hubungan hal ini bisa menjadi jebakan. Menurut Thred, banyak orang akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat atau tidak membahagiakan hanya karena sudah terlanjur berinvestasi secara emosional. Ini bisa berujung pada perilaku mengejar secara emosional—selalu mencari validasi dan kasih sayang, sering kali dengan mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.

BACA JUGA  Menakar 76 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok

Keseimbangan adalah Kunci

Memahami efek IKEA dapat membantu seseorang mengenali ketika investasi emosionalnya tidak sebanding dengan manfaat nyata dari hubungan tersebut. Penting untuk mengevaluasi apakah usaha yang dikeluarkan dibalas setimpal dan apakah hubungan tersebut berkontribusi pada dinamika yang sehat dan seimbang.

Jika Anda merasa terus berusaha keras dalam sebuah hubungan tapi tidak mendapat dukungan yang setara, mungkin saatnya mempertimbangkan kembali: apakah Anda mencintai hubungan itu, atau hanya hasil dari semua usaha yang sudah Anda tanamkan? (*/S-01)

BACA JUGA  Menakar 76 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok

Siswantini Suryandari

Related Posts

Inilah Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini

DI TENGAH maraknya penggunaan gawai sebagai sarana belajar, tim mahasisa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Lingo,  Literasi Interaktif Non-Gawai Berbasis Teknologi Pengenalan Ucapan sebagai permainan edukatif pra dan awal sekolah.…

Pulihkan Kualitas Hidup Penderita Osteoartritis Lutut Lewat Prolotherapy dan Olahraga Terukur

OSTEOARTRITIS menjadi salah satu penyakit muskuloskeletal yang dapat membatasi kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri dan keterbatasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

  • September 13, 2026
Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

  • September 12, 2026
Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen