
MADURA United melanjutkan performa impresifnya di awal musim ini. Kali ini tim berjuluk Sape Kerrap itu sukses mengalahkan tuan rumah PSS Sleman 3-1 di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu.
Berkat tambahan tiga angka itu, Madura United berada di posisi puncak klasemen dengan nilai 6 dari dua laga. Poin mereka dengan Persija yang ada di posisi kedua namun unggul dalam selisih gol.
Saat menghadapi, PSS Sleman, Madura United sebenarnya lebih banyak bertahan di awal-awal laga. Namun gol Dimitar Mitkov pada akhir babak pertama melalui tendangan melambung jarak jauh menjadi titik balik
Tim tamu mulai berani keluar dan melakukan serangan. Memasuki babak kedua, pada menit ke-46, PSS Sleman kembali kebobolan melalui Juan Santacruz. Tidak berhenti sampai di situ, Madura United kembali mencetak gol melalui Dimitar Mitkov pada menit ke-66 yang membuat PSS Sleman tertinggal tiga gol.
Setelah tertinggal 0-3, PSS Sleman kemudian menekan tim tamu. Setelah beberapa kali gagal, tim Super Elja akhirnya mampu mencetak satu gol melalui Matheus Fornazari di menit-menit akhir pertandingan.
Terlalu mudah kebobolan
Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra pun tidak bisa menutupi kekecewaannya. Pasalnya PSS Sleman bermain cukup baik dan memegang kendali pertandingan.
“Madura sepertinya tidak memiliki peluang sama sekali di babak pertama, sampai di menit-menit akhir menit ke-45, sebuah tembakan dari jarak 30, 40, atau 50 meter tadi masuk ke gawang (PSS Sleman),” katanya.
Huistra mengakui tim besutannya terlalu mudah diserang sehingga pada akhirnya dua gol Madura United tidak mampu dibendung oleh PSS Sleman pada babak ke dua. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi catatan yang harus diperbaiki dalam pertandingan berikutnya.
“Lalu di babak kedua, jika anda melihatnya, kami terlalu mudah kebobolan gol lagi. Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki,” ujarnya. (*/N-01)







