Kemenkes Gandeng GISAID Gelar Arbovirus Summit di Bali

KEMENTERIAN Kesehatan bersama Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) mengadakan Arbovirus Summit di Bali. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain para akademisi, ilmuwan, pemerintah, lembaga swadaya, aktifis, pemerhati lingkungan, dan para pengambil kebijakan dari  berbagai lembaga pemerintah di seluruh negara peserta yang hadir.

Pertemuan tersebut diharapkan  menjadi platform untuk pertukaran gagasan, pembelajaran, dan kolaborasi antara para ahli, pemangku kepentingan, dan akademisi dalam upaya global untuk mengatasi ancaman arbovirus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dunia saat ini sedang menghadapi ancaman Arbovirus yang cukup signifikan. Arbovirus merupakan virus yang ditularkan kepada manusia melalui vektor artropoda.

Beberapa virus yang termasuk ke dalam kelompok arbovirus antara lain dengue, zika, dan chikungunya. Pertumbuhan populasi vektor dan perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan insiden penyakit-penyakit ini di berbagai belahan dunia. Dampak penyebaran arbovirus cukup signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi. Semua penyakit itu dapat menyebabkan kematian serta menimbulkan beban ekonomi yang besar akibat biaya perawatan medis, dan penurunan produktivitas.

BACA JUGA  Sumut Bidik Posisi Lima Besar di Peparnas XVII

Menurut Menkes dalam Arbovirus Summit kali ini, banyak peserta dari beberapa negara yang memiliki penelitian yang lengkap tentang  virus. Bahkan banyak negara maju memiliki dan menyimpan banyak tentang virus.

Itu sebabnya sangat penting dalam Arbovirus Summit kali ini dirumuskan bagaimana upaya pencegahan dan pemberantasan, tukar informasi dan gagasan di antara para peserta. Tiga Arbovirus yang berasal dari nyamuk seperti dengue (DBD), zika, chikungunya sangat rentan dalam perubahan iklim kali ini. Hampir di banyak negara mengalami hal yang sama.

“Perubahan iklim berpengaruh terhadap adanya nyamuk dan serangga lainnya. Di banyak negara kaya misalnya, banyak akademi dan organisasi menyimpan berbagai informasi soal Arbovirus. Semua ilmuwan mencari informasi genetik dari virus ini. Karena semua ilmuwan diperlukan untuk memberantas penyakit perubahan iklim ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Penderita Kusta di Indonesia Bertambah 15 Juta saban Tahun

Semua negara mengalami nasib yang sama yakni ancaman Arbovirus akibat perubahan iklim.

Itu sebabnya peran pemerintah sangat penting dalam menanggulangi hal ini. Banyak negara meregistrasi penemuan soal ini sehingga siapa pun yang menggunakan maka wajib membayar atau ganti rugi.

Saat ini semua informasi digital soal virus bisa terlacak dengan baik. Dan banyak negara sudah meregistrasi hasil penelitian dan penemuannya sehingga negara lain yang menggunakannya akan menarik sejumlah royalty dari penemunya.

Semua negara berkembang memasukan genetik virus bakteri mereka tahu itu diregister kemudian dikomersialisasikan. Hal yang sama juga bisa dilakukan terhadap Arbovirus yang ini potensi ancamannya sangat besar terhadap banyak negara di dunia. (ARD/M-02)

BACA JUGA  544 Orang Indonesia Meninggal Dunia akibat DBD Sepanjang 2025

Dimitry Ramadan

Related Posts

260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden 

SEBANYAK 260 warga Kabupaten Bandung Jawa Barat menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna di Gedung Moh. Toha, Kompleks Pemerintah…

Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Aksi Donor Darah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17, KAI Logistik memaknai perjalanan perusahaan dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

  • September 12, 2026
Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK

  • September 12, 2026
Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK