Pelepasan Burung Merpati Tandai Pembukaan Prambanan Shiva Festival

PELEPASAN puluhan ekor burung merpati menandai dimulainya rangkaian Prambanan Shiva Festival: The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony.

Acara bertema ‘Membangun Kedamaian dan Harmoni dari Pusat Peradaban Nusantara Untuk Dunia’ yang dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh itu diisi beragam kegiatan seperti yoga massal, meditasi, seminar budaya, pementasan seni spiritual, hingga puncak perayaan Maha Sivaratri Celebration yang mengajak umat merenungi nilai kesucian Dewa Siwa sebagai sumber energi kesadaran tertinggi.

Ketua Tim Kerja Prambanan, I Nyoman Ariawan, menjelaskan bahwa Prambanan Shiva Festival merupakan wujud kebangkitan spiritual di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan materialistis.

“Kami ingin menghidupkan kembali Prambanan sebagai ruang spiritual yang menyatukan manusia dengan kesadaran spiritual. Festival ini adalah persembahan suci untuk Siwa, simbol kesadaran dan keseimbangan, yang sekaligus menjadi panggilan untuk menebarkan vibrasi damai bagi semesta,” ungkap Ariawan.

BACA JUGA  Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

Keseimbangan cipta, rasa, dan karsa

Ariawan juga menambahkan rangkaian kegiatan Prambanan Shiva Festival itu meliputi Shivaratri, Shiva Temple Run, Spiritual Tour, Pameran Lukisan Spiritual, Parade Budaya Nusantara, serta puncaknya, Malam Mahasivaratri, malam suci pemujaan kepada Dewa Siwa dengan japa, dhyana, dan puja bersama di pelataran candi.

Sekretaris Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, I Ketut Budiasa, menjelaskan makna universal dari ajaran Siwa yang menjadi dasar festival ini.

“Nilai-nilai Siwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Melalui festival ini, kita merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Inilah esensi spiritualitas Hindu yang relevan bagi perdamaian dunia,” ujarnya.

BACA JUGA  Sleman Gelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Kompleks Candi Prambanan

Semangat moderasi

Dari sisi keagamaan, Direktur Urusan Agama Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Gusti Made Sunartha, menilai kegiatan ini sejalan dengan semangat moderasi beragama.

“Prambanan Shiva Festival adalah bentuk nyata moderasi beragama. Ia menggabungkan nilai keagamaan, budaya, dan edukasi dalam satu ruang dialog yang damai. Inilah cara kita menunjukkan bahwa spiritualitas Hindu berperan penting dalam membangun harmoni sosial,” jelas Duija.

Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, juga turut menegaskan bahwa Prambanan Shiva Festival menjadi salah satu daya tarik wisata nasional dan internasional.

“Event ini dapat menjadi daya tarik wisata untuk meningkatkan Pergerakan wisatawan Nusantara dan Wisatawan mancanegara khususnya wisata Budaya,” terangnya.

Aktivitas pariwisata

Sementara Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Richard Panutur berharap momentum Prambanan Shiva Festival bisa menampilkan Candi Prambanan sebagai pusat ekonomi berbasis spiritual, di mana ritual suci dan aktivitas pariwisata berjalan beriringan.

BACA JUGA  Jawa Dwipa Sekolah Tinggi Agama Hindu Pertama di Jawa

Sementara, umat Hindu siap menjadikan Prambanan sebagai gerbang kebangkitan ekonomi umat yang berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya.

“Kita harus bergerak bersama agar pariwisata berkarakter melalui momen Prambanan Shiva Festival tidak hanya berorientasi pada pengembangan spiritualitas saja, tetapi juga mencakup pelibatan aktif dengan lingkungan dan budaya setempat. Kami berkomitmen menciptakan pariwisata yang mampu memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan,” jelasnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

MAHASISWA Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) mengembangkan Glucowrap, sandal pintar yang dirancang untuk membantu mendeteksi lebih awal perubahan kondisi kaki pada…

Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

PARA petani cabai, sering harus berhadapan degn fluktuasi harga dan kualitas hasil panen, terutama saat panen raya. Kondisi dan kejadian ini, menjadi perhatian serius mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

  • September 16, 2026
83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

  • September 16, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

  • September 16, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

  • September 16, 2026
Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

  • September 15, 2026
Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun