Hukum Tidur di Dalam Masjid

MASJID sejatinya merupakan rumah Allah SWT yang terbuka untuk siapa pun. Pada masa Rasulullah SAW, Masjid Nabawi dikenal sangat inklusif dan menjadi pusat berbagai aktivitas sosial masyarakat.

Prof. Dr. M. Ishom El Saha, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menjelaskan bahwa sejak zaman Nabi, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat beristirahat, berdiskusi, bahkan berlindung bagi siapa saja.

“Dalam sejarah disebutkan, sahabat Thamamah yang belum masuk Islam pun pernah tidur di Masjid Nabawi. Hal ini menjadi dasar Imam Syafi’i menyatakan bahwa hukum tidur di masjid adalah mubah (boleh),” ujar Prof. Ishom, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Namun, kondisi berbeda terlihat di banyak masjid saat ini. Seiring pembangunan masjid yang semakin megah, sebagian pengelola justru memperlakukan masjid secara eksklusif. Pintu masjid hanya dibuka pada waktu tertentu dan segera dikunci setelah salat berjemaah selesai.

“Banyak masjid sekarang hanya dipakai untuk salat dan zikir. Anak-anak yang bermain di dalamnya sering dimarahi, bahkan orang yang beristirahat pun diusir,” katanya.

Padahal, menurut Prof. Ishom, tidak ada satu pun dalil Al-Qur’an atau hadis yang membatasi fungsi masjid hanya untuk kegiatan ibadah sakral. Sebaliknya, banyak riwayat menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan kegiatan sosial di dalam masjid.

“Dalam satu hadis, Rasulullah bahkan bergulat dengan para sahabat di masjid. Saat itu Umar bin Khattab awalnya tidak berkenan, tetapi setelah melihat langsung, beliau memakluminya,” jelasnya.

Tidur di dalam masjid di era Rasulullah SAW

Karena itu, para ulama berpendapat bahwa fungsi masjid seharusnya lebih menonjol sebagai tempat yang ramah dan bermanfaat bagi umat. Masjid yang terbuka akan menjadi tempat berteduh, beristirahat, dan mempererat silaturahmi.

“Mayoritas ulama membolehkan tidur di masjid, termasuk Mazhab Maliki, meskipun sebagian memandang makruh bagi mereka yang sudah punya tempat tinggal,” ujarnya.

Riwayat lain juga menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib pernah tidur di masjid setelah berselisih dengan istrinya, Fatimah ra. Rasulullah SAW bahkan menemuinya dan bersabda, ‘Bangunlah wahai Abut Turab (bapak yang berlumur debu)’, yang menjadi dalil kebolehan tidur di masjid.

Kisah serupa juga datang dari Abdullah bin Umar, yang semasa muda sering bermalam di masjid. Semua ini, kata Prof. Ishom, menjadi bukti bahwa masjid bukan hanya tempat suci, tetapi juga rumah bersama yang ramah untuk semua. (*/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

PEMBUKAAN Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9) memadukan syiar, budaya, hiburan, dan semangat persaudaraan. Kemeriahan itu pun menuai pujian dari peserta. Sejumlah…

Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

WAKIL Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengingatkan pentingnya perguruan tinggi untuk terus beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, dan dinamika dunia kerja. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membekali pengetahuan akademis.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

  • September 13, 2026
Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

  • September 13, 2026
Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting