Upacara Tradisi Bethak Kraton Yogyakarta Digelar 8 Tahun Sekali

BERDASAR perhitungan kalender Jawa Sultanagungan, tahun 1959 AJ ini merupakan tahun kelima dalam hitungan windu dan disebut dengan Tahun Dal. Itu sebabnya, banyak kegiatan tradisi Kraton Yogyakarta yang digelar secara khusus berkaitan dengan tahun Dal.

Misalnya, pada peringatan Maulud Nabi — rangkaian sekaten — ada tradisi bethak (menanak nasi), pisowanan garebeg Mulud, jejak bata, dan mBusanani Pusaka atau memberikan busana kepada sejumlah usaka utama.

Salah satu kegiatan yang menarik adalah upacara tradisi bethak atau menanak nasi. Kegiatan ini diselenggarakan sehari sebelum upacara Garebeg Mulud tahun Dal yang pada tahun ini tepat pada Kamis (4/9). Kegiatannya dilakukan pada malam hari.

Lingkungan Keputren

Upacara bethak. (Dok.Kratonjogja)

Tradisi ini diselenggarakan di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton yang berada di lingkungan Keputren. Acara diawali dengan Sri Sultan menyerahkan periuk pusaka Kangjeng Nyai Mrica, lumpang dan alu (antan) kepada permaisuri, GKR Hemas. Periuk Kangjeng Nyai Mrica ini sebelum diserahkan, diambil oleh GKR Mangkubumi dari tempat penyimpanannya.

BACA JUGA  Menjaga Tradisi sambil Mengedukasi Lewat Engkle Rancage

GKR Mangkubumi kemudian juga turut mengeluarkan Kanjeng Kiai Blawong (sebanyak empat buah) bersama dengan Putri Dalem yang lain dari dalam Gedhong Prabayeksa.

Tepat pada pukul 20.00 WIB, GKR Hemas kemudian memimpin jalannya prosesi, menanak nasi (bethak) dengan menggunakan kendhil Kanjeng Nyai Mrica bersama dengan GKR Condrokirono, GKR Maduretno, dan GKR Hayu.

Sentana Dalem Putri (kerabat perempuan dari sultan) lainnya juga yang turut hadir dalam prosesi ini antara lain GBRAy Riya Kusuma (kakak kandung Sri Sultan HB Ka 10), GBRAy Nuraida Joyokusumo, juga kurang lebih dua puluhan Sentana Dalem Putri dari sultan-sultan yang bertakhta sebelumnya.

Akan dibagikan

Sebanyak 10 kilogram beras yang kemudian dimasak oleh GKR Hemas bersama kerabat putri dengan menggunakan 2 periuk putran (replika/duplikat) Kangjeng Nyai Mrica. Namun ukurannya lebih besar ketimbang Kangjeng Nyai Mrica yang asli.

BACA JUGA  Ketika Grebeg Besar Kraton Yogyakarta tak lagi Dirayah, tapi Dibagikan

Setelah selesai, nasi kemudian didinginkan dan dibentuk bulat-bulat seperti bola yang dalam bahasa Jawa disebut sekul atau sega golong nasi yang ditanak kemudian “Kami membuat 1200 butir sekul golong,” kata salah satu putri Sri Sultan, GKR Condrokirono.

Keesokan harinya, GKR Mangkubumi melanjutkan kembali prosesi bethak dengan peralatan yang sama. Nasi-nasi tersebut akan dibagikan pada saat Pisowanan Ageng Garebeg Mulud. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pementasan Jantur Tunjukkan Pembangunan tak Perhatikan Lingkungan

RATUSAN penonton nampak antusias menyaksikan pentas JANTUR di lapangan parkir Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya. Pementasan tersebut, merupakan desain penelitian mengadaptasi prinsip seni…

Lontong Cap Go Meh di Festival Imlek Nasional Masuk Guinness World Record

WAKIL Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi kegiatan ‘Makan Besar Bersama Bobon Santoso’  dalam rangkaian puncak Festival Imlek Nasional 2026. Lontong Cap Go Meh yang disajikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

  • March 31, 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

  • March 31, 2026
Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

Lagi, Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon

  • March 31, 2026
Lagi, Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

  • March 30, 2026
Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

  • March 30, 2026
Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

  • March 30, 2026
Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka