Garebeg Maulud Kraton Yogyakarta Tampilkan 14 Bregada

BERBEDA dari tahun-tahun sebelumnya, pada Garebeg Dal Tahun 1959 (AJ), Kraton Yogyakarta menampilkan 14 bregada. Bregada (kesatuan prajurit) yang tampil dalam upacara tradisi memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Jumat (5/9).

Total ada 14 bregada prajurit tampil secara berurutan yakni, Wirobrojo, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Bugis, Surakarsa, Langenkusuma, Jager, Suronata, Sumoatmaja.

Adapun tiga pasukan khusus yakni Surakarsa, Bugis, dan Pakualaman, tidak melalui jalur dalam keraton karena berasal dari luar wilayah inti Mataram.

Mereka menempuh jalur berbeda Bregada Surakarsa melalui jalur Kagungan Dalem Mangkubumen. Bregada Bugis melalui jalur Kantor Kepatihan. Terakhir, Bregada Pakualaman berjalan dari Kadipaten Pakualaman.

BACA JUGA  Uyon-Uyon Hadiluhung Digelar Saat Wiyosan Dalem Sri Sultan

Tiga bregada baru

Garebek Maulid Kraton Yogyakarta. (Dok.Kratonjogja.id)

Dari Kraton Yogyakarta, ada tiga bregada yang baru, yakni Prajurit Langenkusuma, kesatuan prajurit perempuan yang sempat eksis pada masa pemerintahan Hamengku Buwono I. Kemudian Prajurit Sumoatmaja yang merupakan pasukan khusus pengawal raja dan Prajurit Jager, kesatuan penjaga istana.

Prajurit Langenkusuma, paling depan bersenjata pedang, barisan kedua bersenjata panah dan berisan ketiga bersenjata tombak. Prajurit Langenkusuma ini, pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono II terdapat kelompok yang berkuda dan bersenjatakan lembing.

Sementara Bregada Sumoatmaja yang memiliki tugas khusus mengawal Miyos Dalem (kehadiran sultan). Dalam berbagai prosesi kerajaan, para prajurit menempatkan diri berada di sisi kiri dan kanan Sri Sultan, mereka memiliki sikap hormat dengan cara duduk jengkeng.

BACA JUGA  Memburu Fitrah seusai Berpuasa

Tradisi keprajuritan

Sedangkan Prajurit Jager, sebagaimana namanya yang diambil dari bahasa Belanda yang berarti pemburu, prajurit ini bertugas menjadi pengamanan Istana dan sering pula disebut dengan Praraksaka serta ada pula serta Bregada Suranata yang melambangkan kesetiaan dan integritas tinggi kepada Sultan.

Keikutsertaan pasukan yang dimunculkan kembali seperti Langenkusuma, Sumoatmaja, Jager, dan Suranata dalam Hajad Dalem tahun ini menjadi penanda penting eksistensi dan keberlanjutan tradisi keprajuritan di Keraton Yogyakarta. Kesatuan-kesatuan tersebut mengandung makna sejarah, filosofi, serta pengabdian yang diwariskan dari masa ke masa. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Sambut Ramadan, Warga Sleman Gelar Sadranan Agung Wotgaleh

Dimitry Ramadan

Related Posts

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Bentunya mirip capung, tapi jenis serangga ini memiliki karakteristk berbeda terutama dalam hal cara terbang. Lalat capung, demikian serangga ini sering disebut, dapat bergerak vertikal, berbalik, dan melayang kembali ke…

Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa membenarkan hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Dikatakan Haris, di Niten, Nogotirto, Gamping, Sleman akibat hujan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

  • April 30, 2026
Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

  • April 30, 2026
Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak

  • April 29, 2026
Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak

Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

  • April 29, 2026
Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

Gubernur Jabar Bakal Tindak Ormas Penguasa Perlintasan Kereta

  • April 29, 2026
Gubernur Jabar Bakal Tindak Ormas Penguasa Perlintasan Kereta