500 Orang Siap Menari Ibing Baya Belenderan

SEBANYAK 500 penari akan menari Ibing Baya Belenderan dalam peringatan hari tari sedunia.

Para penari  berasal dari 30 sanggar tari dari Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta akan digelar di Lembah Dewata Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat, Minggu (21/7).

Kegiatan ini digelar oleh komunitas Sekar Kliwon pimpinan Nanu Munajar yang bekerjasama dengan objek wisata Lembah Dewata Lembang.

“Tari Ibing Baya Belenderan menggambarkan penari ronggeng yang sedang menghibur para penggemarnya. Terpatri dalam suasana gembira, semangat dan ceria,” kata Nanu Munajar akrab disapa Bah Nanu,Senin (15/7).

Menurutnya kegiatan tari itu akan digelar akhir April lalu, namun akhirnya peringartan hari tri sedunia dilaksanakan pertengahan Juli ini.

BACA JUGA  Festival Langen Carita Cara Sleman Dukung Pelestarian Budaya Lokal

Para penari telah mendapat pelatihan atau workshop tarian Ibing Baya Belenderan. Worskhop digelar selama tiga bulan di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Bandung setiap hari Sabtu.

Para peserta workshop adalah para pimpinan sanggar maupun pelatih dari setiap sanggar, untuk nantinya diaplikasikan atau diterapkan pada anak asuhnya masing-masing.

Ibing Baya adalah istilah lain untuk sebutan ibing mencug, menari bebas dalam hiburan pertunjukan tari Ketuk Tilu dari daerah Karawang.

Sedangkan yang menari baya, biasanya para penggemar ronggeng dengan memperlihatkan kebolehan menarinya.

“Dengan jurus atau gerak pencak silat maupun gerak spontanitas ketika menari di arena pertunjukan Ketuk Tilu yang diiringi panjak repot (wiyaga) dengan seperangkat parabot (gamelan),” jelas Bah Nanu.

BACA JUGA  Tari Daun dan Tari Pusaka 4 Keraton Mataram Islam Warnai Solo Menari

Tari Ronggeng Punah

Pada pertunjukan ketuk tilu kehadiran ronggeng menjadi daya tarik dan merupakan daya hidup.

Ronggeng pada awalnya menari untuk tujuan suci, yaitu sebagai saman (dukun) menjadi mediasi manusia dengan leluhurnya.

Ronggeng pada setiap upacara mitembeyan menanam padi, netepkeun, ampih pare atau nimang memasukan padi ke leuit (lumbung).

“Ronggeng hadir senantiasa dalam sajian persembahan untuk kesuburan dan meminta hujan atau “mapag hujan”, juga keselamatan. Dengan kata lain berkaitan dengan ekstrahuman, yaitu untuk tujuan suci,” terang Bah Nanu.

Selain untuk upacara, Ronggeng disajikan untuk hiburan selamatan khitanan anak, pernikahan dan hiburan lainnya.

“Namun tari ronggeng mengalami kevakuman, bahkan sampai pada akhirnya mengalami kepunahan,” bebernya.

BACA JUGA  ISI Surakarta Siap Gelar Land Of 1000 Kingdoms pada Hari Tari Dunia

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

SRI SULTAN Hamengku Buwono X mengemukakan terpilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) diharapkan dapat menjadi ruang batin bersama bagi para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00