
PENANGGUNG JAWAB Pesantren Lansia Taman Surga, Sleman, Ustaz Muhammad Muslim mengemukakan saat ini banyak umat Islam di Indonesia yang tidak dapat membaca Al Qur’an.
Pada wisuda Santri Lansia yang telah menyelesaikan program baca Al Qur’an di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu, Muslim mengemukakan, kondisi ini perlu mendapat perhatian.
Salah satu upaya untuk memberikan kemampuan baca Al Qur’an di kalangan lanjut usia inilah, Pesantren Lansia Taman Surga memberikan bimbingan.
Pada wisuda angkatan pertama ini diikuti 47 peserta yang keseluruhannya berasal dari Padukuhan Murangan VII Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.
Mulai dari nol
Mereka telah mengikuti pendidikan di pesantren tersebut selama dua tahun dengan jadwal seminggu dua kali.
“Sebagian peserta memulai dari nol hingga mampu membaca Alquran dan membiasakan diri beribadah secara rutin,” katanya.
Ia menambahkan, di antara mereka yang diwisuda termuda berusia 59 tahun dan tertu 81 tahun. Selama pendidikan, beberapa orang sudah berhasil khatam baca Alquran lebih dari sekali bahkan terbanyak khatam hingga 24 kali.
“Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua tahun, kita sudah meluluskan 47 orang. Mereka sudah bisa mengkhatamkan Al Qur’an, bahkan beberapa orang sampai 24 kali khatam,” kata Muslim.
Metode As-Sahl
Selain baca Al Qur’an, para lansia juga mengikuti proses perbaikan bacaan dan gerakan Salat.Guna memberikan pelajaran kepada para lansia pesantren ini menggunakan metode As-Sahl yang dikembangkan Muslim sendiri.
Peserta yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah rata-rata dapat mulai membaca Alquran dalam waktu sekitar tiga bulan. Metode ini, diminati oleh aktivis baca Quran dari berbagai kota antara lain Solo, Balikpapan, dan Jakarta.
“Kami sudah punya kurikulum. Kalau ada masjid yang ingin mengembangkan program ini, silakan. Kurikulumnya bisa kami berikan dan kami juga bisa merekomendasikan ustaz untuk mendampingi,” katanya.
Salah satu peserta, Baryadi, 67 tahun mengaku memulai pembelajaran dari nol karena kesibukan bekerja dan mengurus keluarga membuatnya tidak sempat belajar membaca Al Quran sejak kecil.
Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman, Wildan Solichin, mengapresiasi program tersebut karena membantu warga meningkatkan kemampuan membaca Alquran dan memperbaiki pelaksanaan salat. (AGT/M-01)







