Lebih 70% Muslim Indonesia Disebut tidak Bisa Baca Al Qur’an

PENANGGUNG JAWAB Pesantren Lansia Taman Surga, Sleman, Ustaz Muhammad Muslim mengemukakan saat ini banyak umat Islam di Indonesia yang tidak dapat membaca Al Qur’an.

Pada wisuda Santri Lansia yang telah menyelesaikan program baca Al Qur’an di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu, Muslim mengemukakan, kondisi ini perlu mendapat perhatian.

Salah satu upaya untuk memberikan kemampuan baca Al Qur’an di kalangan lanjut usia inilah, Pesantren Lansia Taman Surga memberikan bimbingan.

Pada wisuda angkatan pertama ini diikuti 47 peserta yang keseluruhannya berasal dari Padukuhan Murangan VII Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.

Mulai dari nol

Mereka telah mengikuti pendidikan di pesantren tersebut selama dua tahun dengan jadwal seminggu dua kali.

BACA JUGA  Korban Tewas di Ponpes Al Khoziny Jadi 66

“Sebagian peserta memulai dari nol hingga mampu membaca Alquran dan membiasakan diri beribadah secara rutin,” katanya.

Ia menambahkan, di antara mereka yang diwisuda termuda berusia 59 tahun dan tertu 81 tahun. Selama pendidikan, beberapa orang sudah berhasil khatam baca Alquran lebih dari sekali bahkan terbanyak khatam hingga 24 kali.

“Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua tahun, kita sudah meluluskan 47 orang. Mereka sudah bisa mengkhatamkan Al Qur’an, bahkan beberapa orang sampai 24 kali khatam,” kata Muslim.

Metode As-Sahl

Selain baca Al Qur’an,  para lansia juga mengikuti proses perbaikan bacaan dan gerakan Salat.Guna memberikan pelajaran kepada para lansia pesantren ini menggunakan metode As-Sahl yang dikembangkan Muslim sendiri.

BACA JUGA  Ilham Habibie Fokus Wujudkan Koalisi NasDem dan PKS di Pilgub Jabar

Peserta yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah rata-rata dapat mulai membaca Alquran dalam waktu sekitar tiga bulan. Metode ini, diminati  oleh aktivis baca Quran dari berbagai kota antara lain Solo, Balikpapan, dan Jakarta.

“Kami sudah punya kurikulum. Kalau ada masjid yang ingin mengembangkan program ini, silakan. Kurikulumnya bisa kami berikan dan kami juga bisa merekomendasikan ustaz untuk mendampingi,” katanya.

Salah satu peserta, Baryadi, 67 tahun mengaku memulai pembelajaran dari nol karena kesibukan bekerja dan mengurus keluarga membuatnya tidak sempat belajar membaca Al Quran sejak kecil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman, Wildan Solichin, mengapresiasi program tersebut karena membantu warga meningkatkan kemampuan membaca Alquran dan memperbaiki pelaksanaan salat. (AGT/M-01)

BACA JUGA  Taj Yasin Minta Pesantren Ramah pada Anak dan Perempuan

Dimitry Ramadan

Related Posts

Eks Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Wafat

MANTAN Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte meninggal dunia. Menurut kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti, Napoleon meninggal karena sakit. “Iya beliau sempat sakit,” katanya Minggu (18/10/2026).…

ITB Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Mahasiswa dalam Lomba Ultra Marathon 

PANITIA ITB Ultra Marathon 2026 menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Dody Muhammad Pasha, mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang mengikuti kategori…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ganda Putra Fajar/Fikri Juarai Denmark Open 2026

  • October 18, 2026
Ganda Putra Fajar/Fikri Juarai Denmark Open 2026

Sekjen PBB Puji Peran Aktif Indonesia dalam Menjaga Perdamaian

  • October 18, 2026
Sekjen PBB Puji Peran Aktif Indonesia dalam Menjaga Perdamaian

Eks Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Wafat

  • October 18, 2026
Eks Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Wafat

Persib Menang Tipis atas Persik, Persebaya Ditahan PSS di Kandang Sendiri

  • October 18, 2026
Persib Menang Tipis atas Persik, Persebaya Ditahan PSS di Kandang Sendiri

Lebih 70% Muslim Indonesia Disebut tidak Bisa Baca Al Qur’an

  • October 18, 2026
Lebih 70% Muslim Indonesia Disebut tidak Bisa Baca Al Qur’an

Catat Sembilan Kemenangan Beruntun, Barcelona Kukuh di Posisi Puncak

  • October 18, 2026
Catat Sembilan Kemenangan Beruntun, Barcelona Kukuh di Posisi Puncak