Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

KEPUTUSAN Amerika Serikat menolak memberikan visa kepada pejabat Palestina, termasuk Presiden Mahmoud Abbas, untuk menghadiri Sidang Umum PBB di New York pekan depan disesali banyak pihak. Salah satunya Uni Eropa.

Pasalnya hal itu merupakan kali kedua secara berturut-turut AS menolak memberikan visa terhadap delegasi Palestina. Di sisi lain, AS memberikan visa terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan delegasinya.

Uni Eropa pun mendorong AS untuk mempertimbangkan kembali penolakan pemberian visa terhadap delegasi Palestina.

“Kami menyesalkan keputusan untuk memperpanjang penolakan visa masuk bagi anggota delegasi Palestina untuk tahun kedua berturut-turut,” kata juru bicara dinas diplomatik Uni Eropa, Anouar El Anouni.

“Mengingat markas besar PBB serta kewajibannya sebagai negara tuan rumah, kami mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini.”

BACA JUGA  Trump vs Xi Jinping, Tarif Impor China Naik 100 Persen

Pemungutan suara

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga menolak memberikan visa kepada delegasi Palestina tahun lalu, sehingga Abbas, yang rutin menghadiri Sidang Umum PBB, terpaksa menyampaikan pidatonya kepada forum para pemimpin dunia tersebut melalui video.

Majelis Umum PBB sebelumnya melakukan pemungutan suara dengan hasil 152-3 yang memungkinkan Abbas kembali tampil secara virtual tahun ini.

Dalam kondisi saat ini, hanya anggota misi Palestina untuk PBB yang dapat menghadiri pertemuan tersebut. Sidang Majelis Umum akan dimulai pada Selasa pekan depan.

Sekjen PBB turut menyesal

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan penyesalannya atas keputusan AS.

Ia mengatakan khawatir keputusan tersebut berdampak ‘pada kemampuan Negara Palestina untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa’.

BACA JUGA  Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Harvard Diusir Trump

Keputusan untuk menolak visa masuk bagi Abbas ini kembali diambil AS ketika kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina juga kembali meningkat terlepas dari gencatan senjata yang disepakati dengan bantuan mediator AS. (*/A-01)

Admin

Related Posts

Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

ATLET wushu Seraf Naro Siregar menjadi penyumbang medali pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Seraf merebut  medali perunggu dari nomor changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts…

Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

BARCELONA melanjutkan pesta gol mereka, musim ini. Sevilla-lah yang kali ini menjadi korban keganasan tim besutan Hansi Flick tersebut. Dalam duel di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu, Sevilla dipaksa takluk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

  • September 20, 2026
Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

  • September 20, 2026
Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

  • September 20, 2026
Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

  • September 20, 2026
Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan

  • September 20, 2026
Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan

Jawa Tengah Dapat Investasi Rp4,55 Triliun dari Tiongkok

  • September 20, 2026
Jawa Tengah Dapat Investasi Rp4,55 Triliun dari Tiongkok