Dosen UGM Meraih Ristek Kalbe Science Award 2025

PENELITI dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Dr. Widiastuti Setyaningsih meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025 berkat inovasi tablet effervescent kombucha rosella yang dia rancang sebagai minuman fungsional antidiabetik.

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas komitmennya dalam mengembangkan pangan fungsional berbasis biodiversitas lokal. Riset yang ia kembangkan menempatkan pendekatan ilmiah dan teknologi sebagai kunci untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Capaian ini sekaligus menegaskan kontribusinya dalam memperkuat riset hilirisasi di tingkat nasional.

Widiastuti memulai penelitiannya yang diawali dari kebutuhan menghadirkan solusi yang relevan bagi masalah diabetes yang masih tinggi di Indonesia, sekaligus dorongan personal ketika ibunya sempat mengalami lonjakan gula darah.

Komponen fenolik

Widiastuti melihat rosella memiliki komponen fenolik yang signifikan, sementara fermentasi kombucha membuka peluang peningkatan aktivitas bioaktif sehingga kombinasi keduanya layak dikembangkan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa masyarakat membutuhkan alternatif pangan fungsional yang aman dan mudah dijangkau.

“Saya melihat peluang besar untuk menghadirkan produk yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  28 Bidang Ilmu UGM Masuk Pemeringkatan QS WUR by Subject 2026

Dari motivasi itulah muncul kebutuhan agar proses pengembangan produk memiliki pengendalian mutu yang cepat dan presisi sehingga industri dapat mengadopsinya. Ia memilih integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Near Infrared Spectroscopy yang memungkinkan prediksi komponen mutu dalam hitungan detik.

Pendekatan ini menjawab keterbatasan metode konvensional yang memerlukan waktu panjang sehingga kurang efisien untuk kebutuhan industri. “Metode ini membuat konsistensi mutu dapat dijaga sejak tahap awal proses,” kata Widiastuti.

Proses hilirisasi

Penguatan sistem mutu tersebut menjadi penting karena proses hilirisasi menghadirkan tantangan teknis yang cukup besar. Stabilitas senyawa bioaktif harus dipertahankan agar manfaat fungsional tidak berkurang selama formulasi dan penyimpanan. Widiastuti mengungkapkan variasi kondisi pada proses fermentasi juga perlu dikendalikan dengan cermat agar mutu produk tetap seragam.

“Ketekunan dan dukungan tim riset membuat saya mampu melalui berbagai tantangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa konsistensi mutu berkaitan erat dengan kompleksitas formulasi tablet effervescent yang ia rancang. Produk harus tetap kaya senyawa aktif sekaligus nyaman dikonsumsi dengan karakter pelarutan yang stabil.

BACA JUGA  Pemerintah Dinilai tidak Serius Berantas Judi Online

Setiap tahapan formulasi membutuhkan keseimbangan antara manfaat fungsional dan preferensi sensoris agar produk dapat diterima masyarakat. “Bagian paling kompleks adalah menjaga aktivitas antidiabetik tetap signifikan hingga produk siap digunakan,” ujarnya.

Harga terjangkau

Upaya tersebut dilakukan agar inovasi ini dapat menjadi alternatif minuman fungsional yang praktis bagi masyarakat. Bentuk tablet dipilih untuk memudahkan penggunaan sekaligus mempertahankan kandungan senyawa bioaktif.

Widiastuti meyakini produk ini akan memiliki kontribusi besar jika kelak dapat diproduksi secara massal dengan harga yang terjangkau. “Kami sejak awal merancang produk ini agar relevan dan dapat diterima luas,” katanya.

Penghargaan RKSA 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan risetnya dan mendorongnya untuk terus produktif. Ia menilai capaian ini bukan hanya pencapaian pribadi tetapi hasil kerja kolektif seluruh anggota tim. Dukungan mitra, mahasiswa dan asisten peneliti memperkuat proses pengembangan inovasi hingga kini diakui secara nasional.

“Capaian ini adalah milik seluruh ekosistem pendukung saya,” ujar Widiastuti.

BACA JUGA  Mobil Semar UGM Siap Menantang 80 Tim dari 12 Negara

Pemanfaatan teknologi

Momentum ini, menurutnya, memperluas peluang pengembangan risetnya pada integrasi teknologi yang lebih kuat. Ia berencana memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk analisis mutu dan otentikasi produk pangan fungsional.

Penguatan aspek hilirisasi juga menjadi fokus agar inovasi dari kampus dapat hadir lebih cepat di tengah masyarakat. “Saya membayangkan pusat riset unggulan yang fokus pada edible flowers karena potensinya sangat besar,” kata Dr. Widiastuti.

Dengan berbagai potensi yang ada, Widiastuti melihat riset pangan fungsional Indonesia memiliki ruang perkembangan yang luas. Ia meyakini inovasi yang berorientasi pada kebutuhan kesehatan masyarakat akan memberi dampak nyata bila dibarengi pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi yang matang.

Penghargaan ini memperkuat langkahnya untuk terus mengembangkan riset yang berkelanjutan. Ia berharap semakin banyak inovasi kampus yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

PELAKSANA Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah memastikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober atau kewajiban sertifikasi halal akan dilaksanakan tepat waktu yakni mulai 18 Oktober mendatang. Sebab…

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

  • September 20, 2026
Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

  • September 20, 2026
Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

  • September 20, 2026
Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

  • September 20, 2026
Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan

  • September 20, 2026
Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan

Jawa Tengah Dapat Investasi Rp4,55 Triliun dari Tiongkok

  • September 20, 2026
Jawa Tengah Dapat Investasi Rp4,55 Triliun dari Tiongkok