
PUSAT Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar panen raya pisang Cavendish di atas lahan seluas 10 hektar yang terletak di Pangkalan Udara TNI AL Juanda, sebelah timur Pos Cemandi, Sedati, Sidoarjo, pada Jumat (10/7). Langkah itu merupakan wujud nyata komitmen TNI AL dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana menyatakan, program ini tidak sekadar memproduksi komoditas pertanian, melainkan juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur serta membangun budaya produktif di lingkungan militer.
“Bagi kami, ketahanan pangan bukan hanya tentang menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun budaya produktif, memanfaatkan lahan secara optimal, serta memperkuat kemandirian pangan di lingkungan TNI Angkatan Laut,” ujar Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana saat diwawancarai di lokasi, Jumat (10/7)
Nilai ekonomi tinggi

Puspenerbal panen pisang Cavendish di atas lahan seluas 10 hektar di Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Sidoarjo. (MN/Dok/Ist)
Puspenerbal secara khusus memilih variitas Pisang Cavendish Mocca Anjasmoro untuk dikembangkan di kawasan Pangkalan Udara TNI AL Juanda. Selain dinilai adaptif dengan kondisi lahan setempat, varietas ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan prospek pasar yang berkelanjutan.
Untuk urusan hilirisasi, hasil panen raya ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai sektor strategis. Diantaranya ke toko ritel dan grosir untuk menyuplai kebutuhan pasar komersial masyarakat. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah.
Di atas lahan seluas 10 hektar tersebut, terdapat sekitar 25 ribu pohon pisang yang siap menopang target ketahanan pangan. Setiap pohon mampu menghasilkan rata-rata 23 kilogram pisang siap jual. Sementara estimasi hasil panen pisang mencapai 37 ton per hektare.
Siklus panen pertama ini berhasil dicapai setelah sepuluh bulan masa tanam sejak bibit pertama digulirkan. Menariknya, untuk fase berikutnya, diproyeksikan dapat melakukan panen lebih cepat, yakni hanya membutuhkan waktu enam bulan melalui tunas pohon baru yang tumbuh dari bekas tebangan sebelumnya.
Berinovasi sektor agrikultur

Puspenerbal panen pisang Cavendish di atas lahan seluas 10 hektar di Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Sidoarjo. (MN/Dok/Ist)
Di akhir penjelasannya, Danpuspenerbal menegaskan bahwa momentum panen raya ini menjadi pijakan awal bagi institusinya untuk terus berinovasi di sektor agrikultur.
“Panen raya ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk terus meningkatkan produktivitas dan inovasi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (OTW/A-01)






