
PANITIA Pemilihan Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta meminta para bakal calon rektor yang lolos untuk maju ke tahapan seleksi administrasi. Dari empat nama tersebut tiga di antaranya dari internal UPN dan seorang lagi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Keempatnya adalah Prof. Dr. R. Soelistijono, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T., dan Dr. Susanta, M.Si.
Penetapan tersebut dilakukan setelah Panitia Pemilihan Rektor melaksanakan proses verifikasi dan seleksi administrasi terhadap seluruh dokumen persyaratan yang disampaikan para pendaftar. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh bakal calon memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tahap awal
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., dalam keterangannya kepada wartawan, Senin menjelaskan seleksi administrasi merupakan tahapan awal yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas proses pemilihan Rektor.
“Seleksi administrasi merupakan tahapan awal untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian dokumen para bakal calon Rektor dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui proses ini, Panitia memastikan seluruh rangkaian pemilihan berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan aturan,” ujar Prof. Eko.
Berdasarkan Berita Acara Seleksi Administrasi Bakal Calon Rektor UPN Veteran Yogyakarta Nomor 11/UN62/PPR/2026, seluruh empat bakal calon dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti tahapan pemilihan rektor selanjutnya.
Masa sanggah
Setelah pengumuman hasil seleksi administrasi pada 25 Juni 2026, jelas Teguh, tahapan Pemilihan Rektor UPN Veteran Yogyakarta memasuki masa sanggah yang berlangsung hingga 7 Juli 2026.
“Masa sanggah merupakan bagian dari mekanisme pemilihan yang memberikan ruang bagi para pihak untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun tanggapan secara kelembagaan,” ujarnya.
Ia menambahkan masa sanggah akan berlangsung hingga 7 Juli 2026. Panitia Pemilihan Rektor menerima pendapat dan masukan dari para pihak secara kelembagaan atau secara resmi sebagai bagian dari proses demokrasi dalam pemilihan Rektor.
Masukan selama masa sanggah dapat disampaikan melalui surat elektronik resmi Panitia Pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta melalui alamat pilrek@upnyk.ac.id.
Jaga keberlanjutan
Ketua Senat UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nurcholis, M.Agr., mengapresiasi seluruh bakal calon yang telah mengikuti proses pendaftaran dan seleksi administrasi. Menurutnya, partisipasi para bakal calon menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan kepemimpinan universitas.
“Senat Universitas mengapresiasi para bakal calon yang telah mendaftar dalam Pemilihan Rektor periode 2026–2030. Kami berharap seluruh proses pemilihan dapat berjalan secara demokratis, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Prof. Nurcholis.
Pemilihan Rektor, ujarnya merupakan bagian penting dalam perjalanan institusi. Oleh karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, akuntabel, dan berintegritas.
Keberagaman keilmuan dan pengalaman
Penetapan empat bakal calon ini sekaligus memperlihatkan keberagaman latar belakang keilmuan dan pengalaman kepemimpinan yang akan mewarnai proses Pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta.
Para bakal calon hadir dengan rekam jejak akademik yang berbeda, mulai dari pertanian, pertambangan, teknologi informasi, hingga administrasi dan manajemen kelembagaan.
Ragam pengalaman tersebut menjadi penting karena kepemimpinan universitas pada periode mendatang tidak hanya dituntut menjaga keberlanjutan tata kelola akademik, tetapi juga merespons perubahan pendidikan tinggi, memperkuat riset dan pengabdian masyarakat, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong transformasi kelembagaan yang adaptif.
S1 Biologi
Prof. Teguh mengemukakan, nama-nama yang masuk untuk tahapan berikutnya itu adalah Prof. Dr. R. Soelistijono, S.P., M.P., yang merupakan lulusan S1 Biologi Lingkungan Universitas Kristen Satya Wacana tahun 1990.
Ia kemudian menyelesaikan studi S2 Magister Pertanian dengan minat Fitopatologi di Universitas Gadjah Mada tahun 2001, serta meraih gelar doktor (S3) Ilmu Pertanian bidang Fitopatologi dari Universitas Gadjah Mada tahun 2013
Saat ini Prof. Soelistijono tercatat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pertanian. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (2017–2018), Direktur Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (2018–2022), serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (2022–2025
S1 ITB
Sedangkan Prof. Dr. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., merupakan lulusan S1 Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1991. Ia kemudian menyelesaikan studi S2 Rekayasa Pertambangan bidang Geomekanika di ITB tahun 1996, serta meraih gelar doktor (S3) bidang Mining, Minerals and Materials dengan konsentrasi Rock Mechanics dari University of Queensland, Australia tahun 2003. Ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur Teknik Pertambangan ITB pada tahun 2019.
Saat ini Prof. Ridho tercatat sebagai Guru Besar bidang Teknik Pertambangan di ITB. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Sarjana Teknik Pertambangan (2008–2009), Ketua Program Studi Magister dan Doktor Rekayasa Pertambangan (2012–2013), Wakil Dekan Bidang Akademik FTTM ITB (2015–2020), serta Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB periode 2020–2024
Dosen FT UGM
Calon berikutnya Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T. Ia merupakan lulusan S1 Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 2001. Ia kemudian menyelesaikan studi S2 Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2004, serta meraih gelar doktor (S3) bidang Sains dan Pengurusan Sistem dari Universiti Kebangsaan Malaysia tahun 2014.
Saat ini Dr. Awang tercatat sebagai dosen Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Informatika (2018–2020), Ketua Jurusan Informatika (2020–2024), serta Dekan Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sejak 2024 hingga sekarang.
Sementara Dr. Susanta, M.Si. merupakan lulusan S1 Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 1993. Ia kemudian menyelesaikan studi S2 Ilmu Administrasi Niaga di Universitas Brawijaya tahun 1999, serta meraih gelar doktor (S3) bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya tahun 2013.
Saat ini Dr. Susanta tercatat sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Yogyakarta. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga, Pjs. Wakil Dekan II FISIP, PLH Dekan FISIP, Dekan FISIP, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, serta kembali menjabat sebagai Dekan FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta sejak 2024 hingga sekarang.
Pengalaman akademik
Selain aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang administrasi dan manajemen, Dr. Susanta memiliki pengalaman akademik dan pengabdian panjang di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga memperoleh penghargaan Karya Satya Kesetiaan 25 Tahun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
UPN “Veteran” Yogyakarta kata Prof. Teguh, berkomitmen untuk melaksanakan Pemilihan Rektor periode 2026–2030 secara terbuka, tertib, dan sesuai ketentuan. Setelah masa sanggah berakhir, proses pemilihan akan berlanjut ke tahapan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (AGT/M-01)






