Sambut Era Digital, Penerbit Erlangga Luncurkan Erklika Lab

DUNIA  pendidikan di Indonesia dituntut terus bergerak dinamis dengan menghadirkan metode belajar interaktif yang mampu mendongkrak kreativitas berbasis teknologi.

Saat merespons tantangan tersebut, Penerbit Erlangga resmi meluncurkan produk inovasi hybrid learning (HyLearn) terbarunya yang bertajuk Erklika Lab for STEAM Education.

​Acara peluncuran produk ini diselenggarakan di Grand Ball Room Hotel Sheraton Surabaya, serta dihadiri oleh perwakilan Penerbit Erlangga, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, praktisi pendidikan, hingga deretan figur publik inspiratif seperti Shahnaz Haque, Agatha Chelsea, dan Bayu Skak.

​Seri buku projek kokurikuler untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA ini dikembangkan guna membantu sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) secara mendalam, menarik, dan bermakna.

Hasil observasi

Penerbit Erlangga resmi meluncurkan produk inovasi hybrid learning (HyLearn) terbarunya yang bertajuk Erklika Lab for STEAM Education. (Dok.Otw)

Tidak hanya itu, kehadiran produk ini juga dirancang untuk mendukung implementasi kegiatan kokurikuler sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, sekaligus memaksimalkan penggunaan Papan Interaktif Digital di ruang kelas.

Asisten Direktur Pelaksana Penerbit Erlangga Hardian Cahyo Permono menjelaskan, pengembangan Erklika Lab didasarkan pada hasil observasi mendalam terhadap tren pendidikan masa kini. Berdasarkan temuan di lapangan, pihak sekolah semakin membutuhkan teknologi pembelajaran terbaru yang terintegrasi dengan ekosistem digital.

​”Kami melihat hadirnya Erklika Lab ini tentunya akan sangat menjawab kebutuhan yang mencakup dua aspek, yaitu aspek pendidik dan juga aspek peserta didik,” ujar Asisten Direktur Pelaksana Penerbit Erlangga Hardian Cahyo Permono.

BACA JUGA  Indonesia Siap Bantu Percepat Literasi Digital di Seluruh Dunia.

​Ia menambahkan bahwa bagi pendidik, platform ini mengintegrasikan pembelajaran kontekstual, eksperimen, project-based learning, dan STEAM ke dalam satu ekosistem utuh yang memudahkan penerapan metode hybrid learning.

Hasilnya, proses mengajar akan terasa jauh lebih menyenangkan, interaktif, dan menganut konsep mindful, meaningful, serta joyful learning.

Kembangkan keterampilan

​Sementara dari aspek peserta didik, Erklika Lab memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dan sesuai dengan kondisi kehidupan nyata (real-time).

“Melalui konsep penerapan pembelajaran yang terbaru ini, pastinya peserta didik akan mampu mengembangkan keterampilan Abad 21. Tidak hanya dari sisi aspek 4C (critical thinking, creativity, communication, collaboration), tetapi juga dari sisi literacy skill (literasi informasi, media, digital) bahkan hingga global awareness,” tegas Hardian.

​Meskipun berorientasi pada teknologi masa depan, Erklika Lab tidak serta-merta meninggalkan media cetak. Chief Editor Produk Digital Penerbit Erlangga, Rengganis Rianingtyas Harsono Putri memaparkan bahwa konsep hybrid learning pada produk ini justru memadukan antara buku panduan cetak terstruktur dengan platform digital interaktif.

​”Kita pengen memadukan, tidak mengotak-ngotakkan antara cetak dan digital, kita padukan saja. Kenapa? Karena anak-anak kita sekarang cenderung lebih mengenal digital dan sudah merupakan digital native,” ujar Rengganis.

BACA JUGA  Kemenekraf Berkolaborasi Dukung Pemanfaatan Teknologi

Kode aktivasi

​Rengganis menjelaskan bahwa di dalam buku panduan cetak, siswa akan mendapatkan teori, panduan eksperimen, hingga soal-soal berbasis STEAM. Buku cetak ini juga telah dilengkapi dengan kode aktivasi khusus yang nantinya digunakan siswa untuk mengakses platform laboratorium virtual di laman erklika.id.

​Melalui fitur Virtual Lab atau virtual experiment tersebut, siswa dapat mengakses alur pembelajaran yang lengkap dan interaktif. Di dalamnya, siswa diwajibkan menonton video penjelasan materi, mengikuti pop-up quiz interaktif, melakukan praktikum secara virtual, mengisi tabel hasil pengamatan digital, hingga menarik kesimpulan.

​”Jadi harus kita pastikan siswanya mengerti dari A sampai Z, dari awal pertama dia melakukan sebuah eksperimen sampai ketika dia sudah mencapai sebuah kesimpulan,” tambah Rengganis.

Melatih cara berpikir sistematis

Selain itu, produk ini juga diperkaya fitur Mind Map Lipat untuk melatih cara berpikir sistematis serta Product Launchpad sebagai ruang pamer hasil karya projek kokurikuler siswa.

​Demi menghasilkan konten berkualitas tinggi, Penerbit Erlangga menggandeng berbagai vendor internal untuk menyusun skrip dan keluasan materi.

Tak hanya itu, mereka juga berkonsultasi dengan sejumlah yayasan dan komunitas guru di Indonesia untuk memastikan kesesuaian materi dengan kurikulum nasional, Capaian Pembelajaran (CP) pemerintah, serta kebutuhan praktisi di lapangan.

BACA JUGA  OJK Berkomitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah

Para ahli

​Kurikulum Erklika Lab sendiri diracik oleh tim penulis berlatar belakang global dan nasional yang ahli di bidangnya. Jenjang SD disusun oleh Stephany Angelia Tumewu, Ph.D. (Peneliti Pascadoktoral di Gifu University, Jepang). Jenjang SMP disusun oleh Halley Kuncoro, S.T., M.Pd. (IT & Math Educator di Singapore Intracultural School Jakarta Utara).

​Jenjang SMA disusun oleh Zamzam Nursani, M.Pd. (Koordinator STEM-IT SMAK BPK Penabur), Alfiansyah Sandion Prakoso, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI), dan Dr. Rini Solihat, M.Si. (Dosen dan Tim Asean Teacher Education Network UPI).

​Melalui peluncuran platform Erklika Lab for STEAM Education ini, Penerbit Erlangga berkomitmen penuh untuk terus menyediakan media belajar kontekstual berkualitas tinggi. Inovasi ini diharapkan mampu mematangkan potensi dan daya berpikir kritis murid, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi penggerak ekonomi kreatif yang siap bersaing di kancah global. (OTW/M-01)

Related Posts

Gunung Merapi Alami 117 Kali Guguran Lava dan 1.416 Gempa dalam Sepekan

DALAM waktu sepekan dari Jumat (31/7) hingga Kamis (6/8), Gunung  terjadi sekali awan panas guguran dengan jarak luncur yang tidak teramati. Pada periode yang sama, teramati terjadinya guguran lava sebanyak…

Diduga Keracunan Frozen Food Kantin Sekolah, 23 Siswa SD di Sidoarjo Dilarikan ke RS

PULUHAN siswa Sekolah Dasar Islam (SDI) Ar Rahma Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Assakinah Medika pada Jumat petang hingga malam (7/8). Para siswa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti

  • August 8, 2026
AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti

Gunung Merapi Alami 117 Kali Guguran Lava dan 1.416 Gempa dalam Sepekan

  • August 8, 2026
Gunung Merapi Alami 117 Kali Guguran Lava dan 1.416 Gempa dalam Sepekan

Persib Datangkan Bek Tengah Asal Kroasia, Danijel Loncar

  • August 8, 2026
Persib Datangkan Bek Tengah Asal Kroasia, Danijel Loncar

Garuda Indonesia Buka Rute Bandung-Denpasar Mulai 14 Agustus

  • August 8, 2026
Garuda Indonesia Buka Rute Bandung-Denpasar Mulai 14 Agustus

Belasan Calo di Samsat Sidoarjo Terjaring Patroli Provost Polresta 

  • August 8, 2026
Belasan Calo di Samsat Sidoarjo Terjaring Patroli Provost Polresta 

Cherrypop Siap Kembali Tampil di Kaki Candi Prambanan

  • August 8, 2026
Cherrypop Siap Kembali Tampil di Kaki Candi Prambanan