Figur Publik Soroti Pentingnya Jembatan Digital Edukasi Masa Depan

PELUNCURAN platform pembelajaran hybrid Erklika Lab for STEAM Education oleh Penerbit Erlangga di Grand Ball Room Hotel Sheraton Surabaya tidak hanya menarik perhatian para praktisi akademik, tetapi juga deretan figur publik inspiratif Tanah Air.

Melalui sesi talk show bertajuk “Creating Meaningful Learning for Future Innovators with Erklika Lab”, Shahnaz Haque, Agatha Chelsea, dan Bayu Skak membagikan pandangan mereka mengenai pentingnya adaptasi teknologi edukasi digital bagi generasi muda.

​Ketiga figur publik ini sepakat bahwa Erklika Lab hadir di momen yang tepat saat ekosistem pendidikan Indonesia tengah berpacu dengan disrupsi digital dan tuntutan global.

Aktris sekaligus pemerhati keluarga dan pendidikan, Shahnaz Haque, menekankan bahwa tantangan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar menyediakan perangkat teknologi, melainkan bagaimana mengubah pola pikir (mindset) dalam menggunakannya.

​”Teknologi itu hanya alat, yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah mindset anak-anak kita agar tidak menjadi budak digital, melainkan menjadi tuan atas teknologi itu sendiri,” kata Shahnaz, Selasa (23/6).

BACA JUGA  Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Sosialisasikan Program PJS

Beri batasan sehat

​Menurut Shahnaz, konsep hybrid learning yang diusung oleh Erklika Lab mampu memberikan batasan yang sehat bagi anak-anak. Kehadiran buku cetak sebagai panduan fisik dinilai tetap krusial untuk melatih fokus dan motorik, sementara laboratorium virtual (Virtual Lab) mengarahkan penggunaan gadget ke arah yang produktif dan akademis, bukan sekadar hiburan konsumtif yang berisiko memicu adiksi.

​Penyanyi sekaligus figur publik muda, Agatha Chelsea, menyoroti produk ini dari sudut pandang pemuda dan pelajar era modern. Chelsea menilai metode belajar konvensional yang satu arah sudah kurang relevan bagi Generasi Z dan Generasi Alfa yang secara natural merupakan digital natives.

​”Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh bersama teknologi, saya merasakan betul bahwa visualisasi dan interaktivitas adalah kunci utama dalam menyerap ilmu baru. Fitur Virtual Lab di Erklika Lab ini memberikan visualisasi nyata dari teori-teori rumit,” kata Chelsea.

BACA JUGA  Sambut Era Digital, Penerbit Erlangga Luncurkan Erklika Lab

​Ia menambahkan bahwa fitur seperti mini games, pop-up quiz, dan praktikum virtual membuat batas-batas kaku ruang kelas menjadi lebur. Chelsea berharap produk ini dapat diadopsi secara luas di sekolah-sekolah agar tidak ada lagi jarak antara materi pelajaran di sekolah dengan implementasinya di dunia nyata.

Bangun fondasi industri kreatif

​Sutradara dan konten kreator terkemuka asal Jawa Timur, Bayu Skak, melihat Erklika Lab sebagai instrumen vital dalam membangun fondasi industri kreatif. Menurutnya, pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) sangat selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa depan yang menuntut pemecahan masalah secara kreatif dan lintas disiplin ilmu.

​”Di industri kreatif, kita tidak bisa hanya mengandalkan seni (arts) saja atau teknologi (technology) saja. Semuanya harus berkolaborasi. Erklika Lab mengajarkan anak-anak sekolah sejak dini untuk berpikir multidimensi lewat projek-projek kokurikuler mereka,” kata Bayu Skak.

BACA JUGA  Implementasi Kurikulum Merdeka, Kemendikbud-Ristek Terbitkan Payung Hukum

​Bayu menilai penambahan unsur Arts di dalam kurikulum berbasis sains dan teknologi merupakan langkah cerdas Penerbit Erlangga untuk melahirkan para inovator yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan estetika dan daya cipta yang tinggi.

​Kehadiran ketiga tokoh ini memperkuat visi Penerbit Erlangga bahwa transformasi digital edukasi bukan hanya urusan sekolah dan pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Melalui integrasi buku teks terstruktur dan eksplorasi digital interaktif virtual, Erklika Lab diharapkan menjadi standar baru pembelajaran kontekstual yang seru, aplikatif, dan mampu mencetak inovator masa depan yang siap bersaing di kancah global. (OTW/M-01)

Related Posts

Siamang; si Penjaga Ekosistem Rimba Sumatera yang Terancam Punah

SIAMANG (Symphalangus syndactylus) adalah primata endemik Sumatera. Ia terkenal dengan suara khasnya yang punya daya jangkau jauh sehingga dapat terdengar di seluruh penjuru hutan Sumatera. Sayangnya, keberadaan Siamang kini semakin…

Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

SEKOLAH sejatinya bukan sekadar tempat anak belajar membaca, berhitung, dan mengejar nilai akademis. Di sekolah, anak juga belajar mengenali diri, membangun pertemanan, menghargai perbedaan, serta mengelola emosi. Namun, proses tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

  • November 7, 2026
Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang