OJK Berkomitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah

  • Ekonomi
  • August 26, 2025
  • 0 Comments

OTORITAS  Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai motor pembangunan ekonomi di wilayah.

BPD diharapkan tak hanya menjadi lembaga intermediasi keuangan, tetpi juga penggerak ekonomi lokal yang mampu beradaptasi dengan era digital.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam Diskusi Perkembangan dan Tantangan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Yogyakarta, Kamis (21/8). Acara tersebut dihadiri 27 BPD yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.

Menurut Dian, kinerja BPD selama ini menunjukkan tren positif. Pertumbuhan aset mencapai rata-rata 7,29 persen, kredit naik 6,82 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,30 persen.

Dipercaya masyarakat

Capaian itu mendekati performa bank umum, sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap BPD. Meski masih menghadapi keterbatasan struktural, kualitas kredit, tingkat permodalan, serta daya tahan BPD tetap terjaga.

BACA JUGA  Privy Siap Perkuat Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah secara Elektronik

“BPD telah membuktikan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Meski menghadapi keterbatasan, mereka tetap mampu menjaga fungsi intermediasi sekaligus menopang inklusi keuangan di berbagai pelosok negeri,” jelas Dian.

OJK mendorong sinergi antar-BPD melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Skema ini dinilai mampu memperkuat daya saing dan resiliensi perbankan daerah, sekaligus membuka ruang konsolidasi dengan BPR yang dimiliki pemerintah daerah.

Pembiayaan makro

Kolaborasi BPD–BPR diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan mikro dan memperbaiki tata kelola lembaga keuangan daerah.

Transformasi, menurut Dian, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan dukungan pemegang saham, direksi, dan komisaris, BPD dituntut berinovasi, bersinergi, serta berkolaborasi agar mampu menjadi regional champion dalam mendukung pembangunan daerah dan daya saing nasional.

BACA JUGA  OJK Solo Beri Penghargaan BEI Jateng 2 Sukses Edukasi Literasi

Empat pilar

Dalam Roadmap Penguatan BPD 2024–2027, OJK merumuskan empat pilar utama transformasi, yakni:

Penguatan struktur dan keunggulan BPD melalui konsolidasi, permodalan, tata kelola, manajemen risiko, SDM, efisiensi, dan inovasi produk.

Akselerasi transformasi digital lewat pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan ketahanan siber.

Optimalisasi peran BPD dalam perekonomian daerah melalui kerja sama dengan pemda, pengembangan perbankan syariah, dukungan bagi UMKM, serta inklusi keuangan.

Peningkatan sistem perizinan, pengaturan, dan pengawasan agar lebih cepat, terintegrasi, dan adaptif.

Infrastruktur digital

Dian juga menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur digital dan keamanan siber. OJK sendiri telah menyiapkan Panduan Digital Resilience sebagai acuan bagi bank dalam memperkuat daya tahan teknologi dan bisnis di tengah disrupsi.

BACA JUGA  Masyarakat Diimbau tidak Tergiur Tawaran Investasi Bodong

Selain itu, OJK juga meluncurkan Panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial (AI) Perbankan Indonesia untuk memastikan pemanfaatan AI di industri keuangan berjalan transparan, aman, dan berkelanjutan.

“BPD memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Inilah kekuatan mereka untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkokoh struktur perbankan nasional,” tutup Dian. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Kalog Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta selama Libur Panjang

KAI Logistik (Kalog) berhasil meningkatkan kebutuhan pengiriman sepeda motor di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang pendidikan. Meningkatnya mobilitas mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan permintaan layanan.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

  • July 30, 2026
Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas