
MENJELANG Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan warga dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih tenang.
Untuk itu berbagai langkah mereka siapkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, pemeriksaan organ setelah penyembelihan, hingga pelatihan pemotongan halal bagi masyarakat.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyebut, kesehatan hewan menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat.
Apalagi berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 58% penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karena itu, pengawasan hewan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan dan kesehatan warga.
Aplikasi E-Selamat

Melalui aplikasi e-selamat kata Gin Gin, warga dapat memindai barcode yang tertera pada stiker di tubuh hewan kurban yang telah diperiksa.
Dari hasil pemindaian tersebut, masyarakat bisa melihat data lengkap pemeriksaan kesehatan hewan. Mulai dari foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakannya sebagai hewan kurban.
“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” jelasnya.
Gin Gin menyebut, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pemeriksaan ante mortem, yakni pemeriksaan fisik hewan saat masih hidup untuk memastikan hewan sehat, cukup umur dan tidak cacat secara syariat.
Pemeriksaan organ dalam
Kedua, pemeriksaan post mortem, yakni pemeriksaan organ dalam setelah hewan disembelih untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang tidak terlihat saat pemeriksaan awal.
“Untuk mendukung kelancaran pemeriksaan, DKPP menurunkan 184 petugas ASN dan non-ASN yang tersebar di 30 kecamatan. Tim ini diperkuat kolaborasi bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar, Fakultas Kedokteran Hewan Unpad, dan Telkom University melalui Program Studi Unggulan CAATIS,” paparnya.
Tak hanya itu lanjut Gin Gin, DKPP juga menggelar Pelatihan Pemotongan Halal Hewan Kurban pada 15 April hingga 21 Mei 2026 dalam 17 angkatan. Peserta yang berasal dari pengurus DKM dan masyarakat umum dibekali materi fiqih/syar’i penyembelihan, teknik pemotongan halal, higiene, serta kesejahteraan hewan.
Sertifikasi BNSP
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Lembaga Penyelia Halal Salman ITB.
“Melalui pelatihan ini tumbuh kader-kader Juleha; juru sembelih halal walau secara formal harus melalui sertifikasi BNSP,” tandasnya.
Gin Gin menambahkan, tahapan pemeriksaan dan pelatihan ini, Pemkot Bandung ingin memastikan bahwa proses kurban di Kota Bandung memenuhi unsur syariat, kesehatan, dan keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi daging yang halal, aman dan bermutu; terjamin kesehatannya.
Masyarakat pun diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman, nyaman, dan tenang karena hewan yang dipilih telah dipastikan sehat dan layak. (zahra/M-01)







