Penyedia MBG Diminta tidak Abaikan Kelayakan Konsumsi

GURU BESAR bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D minta penyedia MBG  harus memperhatikan dan mengedepankan pula aspek keamanan pangan.

Roti yang sudah berjamur dan ada pertumbuhan mikroorganisme tidak boleh diberikan. Sebab produk tersebut tidak layak untuk konsumsi.

“Kejadian seperti ini umumnya berkaitan dengan masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, serta pengawasan mutu makanan dalam program MBG perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya di Fakultas Farmasi UGM, Jum’at (6/3).

Perhatikan mutu

Prof. Zullies mengatakan hal itu menanggapi temuan roti berjamur didapati dalam menu MBG kering yang didistribusikan selama bulan puasa. Sajian roti berjamur ini ditemukan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang kemudian dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Temuan serupa juga terjadi di SMPN 1 Delanggu,dan sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan seperti di SDN 1 Tugu Papak, Kecamatan Semaka, SDN 1 Kanyangan, SDN 1 Negarabatin, SDN 1 Pulau Benawang di Kecamatan Kotaagung Barat, dan sejumlah SD di wilayah Kotaagung Timur.

“Meski dinilai praktis dalam penyimpanan dan distribusi, program MBG yang diwujudkan dalam bentuk roti sebaiknya tetap tidak mengabaikan mutu dan kelayakan konsumsi,” katanya.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Pastikan Akan Atasi Masalah Keracunan MBG

Harus jadi perhatian

Peristiwa ditemukannya roti berjamur dalam menu program makan bergizi gratis (MBG), katanya sudah semestinya menjadi perhatian serius banyak pihak.

Roti yang sudah berjamur memperlihatkan adanya pertumbuhan mikroorganisme, dan berarti produk tersebut tidak layak untuk konsumsi.

“Kejadian seperti ini umumnya berkaitan dengan masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, serta pengawasan mutu makanan dalam program MBG perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya di Fakultas Farmasi UGM, Jum’at (6/3).

Tidak boleh dikonsumsi

Prof. Zullies kemudian menjelaskan roti yang berjamur biasanya ditumbuhi oleh kapang (mold) seperti Aspergillus, Penicillium, atau Rhizopus. Selain pertumbuhan jamurnya sendiri, beberapa jenis kapang, disebutnya, dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa toksik yang dihasilkan oleh jamur.

“Contohnya adalah aflatoksin, ochratoxin, atau toksin lainnya, dan itu tergantung jenis kapangnya. Meski tidak semua jamur menghasilkan toksin, secara prinsip makanan yang sudah berjamur tidak boleh dikonsumsi, karena secara awam kita tidak bisa memastikan jenis jamur yang tumbuh dan apakah sudah menghasilkan toksin atau belum,” jelasnya.

BACA JUGA  Kemenkes Wajibkan SLHS untuk Program MBG

Prof. Zullies menegaskan mengonsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, dan pada sebagian orang bisa menyebabkan gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare.

Sebabkan alergi

Untuk beberapa individu yang sensitif, jamur bisa memicu reaksi alergi. Bahkan jika makanan yang terkontaminasi mengandung mikotoksin dalam jumlah tertentu, dalam jangka panjang dapat berdampak lebih serius, misalnya gangguan hati atau efek toksik lainnya.

“Pada anak-anak, yang sistem imunnya masih berkembang, risiko efek kesehatan bisa lebih besar dibandingkan orang dewasa,” ucapnya.

Belum tentu expired

Ia menegaskan roti berjamur tidak selalu telah melewati masa kadaluwarsa (expired), pasalnya bisa saja roti belum melewati tanggal kedaluwarsa tetapi sudah berjamur karena perlakukan penyimpanan yang tidak baik seperti di tempat yang terlalu lembap atau suhu terlalu hangat.

Menurutnya, jamur dapat tumbuh lebih cepat dalam kondisi tersebut. Karena itu terlepas dari tanggal kadaluarsa, sebaiknya roti yang sudah berjamur untuk tidak dikonsumsi.

Dikatakan ada beberapa ciri fisik yang menandakan roti tidak layak dikonsumsi. Di antaranya muncul bintik atau bercak jamur, biasanya berwarna hijau, hitam, putih, atau kebiruan.

BACA JUGA  Program MBG Utamakan Kualitas dan Disesuaikan Daerah

Roti berbau apek atau asam yang tidak biasa, tekstur menjadi lembab berlebihan atau berlendir, dan adanya perubahan warna pada permukaan roti.

Kontrol masa simpan

“Jika salah satu tanda tersebut muncul, sebaiknya roti tidak dikonsumsi,” paparnya.

Agar tidak terulang kembali, ia pun berharap kepada pihak terkait melakukan pengawasan kualitas pangan secara lebih ketat, mulai dari produksi hingga distribusi.

Melakukan kontrol masa simpan dan tanggal produksi pada setiap produk yang didistribusikan, dan melakukan penyimpanan yang sesuai, misalnya pada suhu yang tepat dan lingkungan yang tidak lembab.

Tidak ketinggalan melakukan sistem pemeriksaan sebelum distribusi ke sekolah, sehingga makanan yang tidak layak bisa terdeteksi lebih awal.

“Jika perlu dilakukan pelatihan terkait keamanan pangan bagi pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan sekolah, dan saya kira dengan sistem pengawasan yang baik, risiko kontaminasi pangan seperti ini,” katanya. (AGT/JK-03)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

TIM voli putra Surabaya Samator memastikan diri sebagai peringkat ketiga terbaik Proliga 2026. Kesuksesan itu didapat setelah di laga penentu atau leg ketiga yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Kamis…

UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

PARA peserta UTBK-SNBT,  Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes bagi berkebutuhan khusus mendapatkan pendamping khusus dan disiapkan pula perangkat lunak ramah disabilitas, serta ruang ujian yang disesuaikan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

  • April 24, 2026
Hantam Garuda Jaya, Samator Raih Podium Ketiga Proliga

Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana Lewat Program RPL Unitomo

  • April 23, 2026
Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana Lewat Program RPL Unitomo

UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

  • April 23, 2026
UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

Proyek Tanggul Laut Pantura Berpotensi Rusak Mangrove, Lamun dan Terumbu Karang

  • April 23, 2026
Proyek Tanggul Laut Pantura Berpotensi Rusak Mangrove, Lamun dan Terumbu Karang

Prof. Armaidy: Indonesia Sebaiknya Tutup Ruang Udara untuk Militer AS

  • April 23, 2026
Prof. Armaidy: Indonesia Sebaiknya Tutup Ruang Udara untuk Militer AS

Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga

  • April 23, 2026
Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga