Kemenhaj Dorong Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Langkah tersebut dibahas dalam kunjungan dan rapat koordinasi Ditjen PE2HU bersama Perum Bulog, Selasa (3/2).

Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi menegaskan pentingnya penyediaan beras asal Indonesia bagi jemaah yang terbiasa mengonsumsi beras lokal.

“Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat mengurangi asupan makan mereka, yang berpotensi memengaruhi kesehatan,” ujar Jaenal, dikutip dari laman Kemenhaj.

Kebutuhan beras untuk konsumsi jemaah haji menjadi perhatian lintas kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Kementerian Perdagangan.

BACA JUGA  Komisi VIII Setuju Penggunaan Uang Muka BPIH 2026

Pada musim haji 1447 H/2026 M, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang. Kebutuhan beras diperkirakan sekitar 3.911 ton yang akan didistribusikan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.

Namun, ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi harga yang dinilai belum kompetitif dibandingkan negara pesaing.

“Beras premium Vietnam dijual sekitar USD 482 per metrik ton, sedangkan beras Indonesia dengan kualitas setara mencapai sekitar USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik,” jelas Jaenal.

Beras Haji Nusantara khusus untuk jemaah haji

Pemerintah disebut perlu mempertimbangkan dukungan dan fasilitas agar harga beras Indonesia lebih terjangkau, mengingat beras tersebut diperuntukkan khusus bagi jemaah haji.

BACA JUGA  Produk Ready to Eat Indonesia Hadir untuk Haji 2026

Saat ini, terdapat empat importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras Indonesia, yakni SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, dengan syarat harga dan kualitas memenuhi standar yang ditetapkan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan Bulog dan mitra industri dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah.

“Kami memastikan seluruh ekspor beras mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), termasuk melalui uji mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah haji, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk pangan nasional. (*/S-01)

BACA JUGA  Wamentan Pastikan tidak Akan Impor Beras Tahun ini

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pucang 1, Sidoarjo, Selasa (12/5). Sidak ini bertujuan memastikan kelayakan dan standar gizi…

DKPP Kirim 184 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melepas sebanyak 184 petugas pemeriksa hewan kurban untuk melakukan pengawasan ante mortem dan post mortem menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. ‎…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

  • May 12, 2026
Wabup Sidoarjo Sidak Program Makan Bergizi di SDN Pucang 1 Usai Kabar Viral

Tetangga Aneh Berulah lagi, Rumah seorang Warga Diteror Sampah dan Air Kencing

  • May 12, 2026
Tetangga Aneh Berulah lagi, Rumah seorang Warga Diteror Sampah dan Air Kencing

Kirab Budaya di Cirebon Pukau Masyarakat

  • May 12, 2026
Kirab Budaya di Cirebon Pukau Masyarakat

Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Dibangun Plataran Caruban

  • May 12, 2026
Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Dibangun Plataran Caruban

Pemprov Jabar Komit Perkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi

  • May 12, 2026
Pemprov Jabar Komit Perkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi

KDM Bakal Tata Kawasan Alun-alun Karawang Jadi Kota Tua

  • May 11, 2026
KDM Bakal Tata Kawasan Alun-alun Karawang Jadi Kota Tua