Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di TN Tesso Nilo

KABAR gembira datang dari Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dari induk gajah binaan bernama Lisa (45) di Camp Elephant Flying Squad (EFS)

Kepala Balai TN Tesso Nilo Heru Sutmantoro mengatakan anak gajah yang lahir pada Senin (28/9) malam ini merupakan kelahiran keenam dari induk Lisa. Kelahiran ini merupakan hasil perkawinan (breeding) induk gajah Lisa dengan gajah liar dan menjadi bagian penting dalam upaya mendukung keberlangsungan populasi gajah sumatera.

“Ini membuktikan keberhasilan harmonisasi antara gajah binaan dan populasi liar dalam menjaga kelestarian spesies mereka,” katanya

Dia menjelaskan proses pemantauan intensif terhadap Gajah Lisa telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas mahout (pawang gajah), dokter hewan, dan perawat satwa sejak Minggu (27/9).

BACA JUGA  Ironi Gajah Sumatra Bantu Bersihkan Habitat Mereka yang Dirusak Manusia

Jelang kelahiran

Adapun proses pemantauan intensif terhadap Gajah Lisa dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas mahout (pawang gajah), dokter hewan, dan perawat satwa sejak Minggu (27/9).

Pemantauan dilakukan setelah tim menemukan sejumlah tanda klinis menjelang persalinan, antara lain pengerasan pada bagian mammae atau kelenjar susu serta peningkatan kegelisahan dibandingkan kondisi hariannya.

Proses kelahiran berlangsung pada Senin (28/9) pukul 19.00 WIB saat Lisa berhasil melahirkan seekor anak gajah jantan secara mandiri dan dalam kondisi selamat di area Camp Elephant Flying Squad (EFS) TNTN.

Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, bayi gajah tersebut sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik dengan mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri.

BACA JUGA  Hasil Riset: Orangutan Mampu Tangani Serangan Parasit Mematikan

Pengawasan melekat

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan pengukuran morfometri oleh tim medis, bayi gajah jantan ini dinyatakan dalam kondisi sehat. Rincian data fisik yakni tinggi badan 96 centimeter, panjang badan 101 cm, dan berat badan lebih kurang 129 kilogram.

“Saat ini, tim medis satwa dan mahout terus melakukan pengawasan melekat 24 jam untuk memantau asupan nutrisi awal (ASI) serta memastikan kondisi fisik induk dan bayi gajah tetap stabil dan aman,” ujarnya. (*/A-01)

BACA JUGA  Guru Besar UGM Soroti Matinya Dua Ekor Gajah TN Way Kambas

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di TN Tesso Nilo

  • September 29, 2026
Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di  TN Tesso Nilo

Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

  • September 29, 2026
Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

  • September 29, 2026
I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award