Chef Asal Prancis Bantu Siapkan Makanan di Dapur Darurat Cisarua

AROMA masakan rumahan menguap di dapur darurat bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Aroma itu datang dari ayam bumbu manis, terong balado, dan tempe goreng yang dimasak para relawan untuk para warga terdampak longsor.

Di antara para relawan, tampak David Cailleba, chef asal Prancis, yang ikut memasak bersama anggota Indonesia Chef Association (ICA) dan Tagana. David turun langsung membantu penyintas di dapur bencana.

Keterlibatan David bermula dari pertemuannya dengan rekan-rekan chef dalam acara Chef Day pada 25 Januari 2026. Saat itu, ia baru kembali tinggal di Indonesia dan bergabung dengan ICA. Dari ICA, David menerima informasi tentang bencana di Kabupaten Bandung Barat dan langsung bergabung ke dapur darurat.

BACA JUGA  Bantuan Kemensos Rp1,4 Miliar untuk Longsor Pekalongan

“Saya dapat banyak pesan, ada informasi bencana dan ada yang mau bantu masak. Dari situ saya bilang saya ikut,” ujar David di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1/2026).

Selera lokal

Meski berasal dari Prancis, David tidak membawa masakan khas negaranya ke dapur bencana. Ia justru menyesuaikan menu dengan selera lokal.

“Karena ini di Bandung Barat, otomatis kita sesuaikan dengan masakan Sunda,” katanya.

Bagi David, dapur bencana bukan tempat untuk menunjukkan kemampuan atau ego sebagai chef. Ia lebih banyak mengamati dan belajar dari sesama relawan.

“Saya lihat mereka masak, saya ambil ilmunya karena setiap chef beda-beda. Aslinya sama, tapi mereka punya trik,” ujarnya.

BACA JUGA  Badan Geologi: Pasirlangu Masuk Zona Rawan Longsor

Ia mengaku masih ingin terus belajar dan menikmati perbedaan cara memasak, baik dari orang Sunda, Bali, maupun Jawa.

Komitmen organisasi

Sementara itu, Rukanda Koswara, Ketua Indonesia Chef Association (ICA), menjelaskan bahwa keterlibatan para chef dalam penanganan bencana sudah menjadi bagian dari komitmen organisasi.

Menurutnya, para juru masak siap membantu di mana pun dibutuhkan, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di luar Pulau Jawa.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memang sederhana, berupa tenaga dan kemampuan memasak di dapur darurat, namun nilai kebersamaan dan kerja sama sangat terasa. Rukanda juga merasakan kekompakan antara relawan ICA dan Tagana selama berada di lokasi. (RO/YY/N-01)

BACA JUGA  UGM Minta Kebijakan Bencana Lebih Sensitif Gender

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.…

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan hasil pengamatan selama sepekan pada 7-13 Agustus, terjadi 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran. Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden