BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

BADAK Jawa merupakan salah satu hewan yang dilindungi. Dengan populasinya yang sangat sedikit dan ditambah dengan ancaman pemburuan liar, keberadaan Badak Jawa sangat mengkhawatirkan.

Padahal tingkat reproduksi badak sangat sulit. Untuk itu Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) mulai memanfaatkan teknologi reproduksi berbantuan atau Assisted Reproductive Technology (ART) untuk memperkuat reproduksi badak Jawa.

Disampaikan Kepala BTNUK Ardi Andono, teknologi tersebut, menjadi bagian dari strategi konservasi untuk mendukung pertumbuhan populasi badak Jawa. Meski begitu mereka juga tetap mengandalkan proses reproduksi alami.

Penggunaan teknologi reproduksi berbantuan, kata dia merupakan langkah baru dalam konservasi badak Jawa. “Ini suatu langkah baru dengan teknologi yang sangat canggih. Kita menggunakan bantuan untuk reproduksinya,” ujar Ardi.

BACA JUGA  Translokasi Badak Jawa Tetap di Habitat Asli Ujung Kulon

Tantangan konservasi

Anak Badak Jawa bersama induknya. (Dok.btn-ujung kulon)

Pengembangan teknologi reproduksi, menjadi salah satu langkah yang dilakukan di tengah tantangan konservasi badak Jawa.

Kementerian Kehutanan, sebelumnya menyebut rendahnya keragaman genetik dan tingginya tingkat inbreeding atau perkawinan sekerabat sebagai tantangan yang perlu diperhatikan.

Karena itu, upaya konservasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah populasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi dari sisi genetik.

Kajian Population Viability Analysis (PVA), menjadi salah satu dasar penting dalam menyusun strategi konservasi jangka panjang. Kajian tersebut, membantu melihat berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberlangsungan populasi badak Jawa.

Pengelolaan habitat

Ardi menyebut, populasi badak Jawa, saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan populasi pada beberapa periode sebelumnya.

BACA JUGA  Perlu Perhatian Serius dalam Konservasi Komodo

Meski demikian, peningkatan populasi tersebut, harus diikuti dengan pengelolaan habitat yang berkelanjutan. Habitat yang sehat dan aman menjadi faktor penting agar badak Jawa dapat terus berkembang biak secara alami.

“Pertumbuhan populasi secara alami, harus terus didukung dengan kondisi habitat yang sehat dan aman,” kata Ardi.

Kabar positif mengenai reproduksi alami badak Jawa juga datang dari Taman Nasional Ujung Kulon. Pada 29 Januari 2026, kamera jebak merekam seekor induk badak Jawa bersama anaknya di Blok Cigenter. Rekaman tersebut menjadi dokumentasi anakan badak Jawa pertama yang tercatat pada 2026.

Temuan ini menjadi kabar positif bagi upaya konservasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Reproduksi alami yang terus berlangsung, tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan populasi satwa langka tersebut. (*/A-01)

BACA JUGA  Faunaland Tawarkan Konsep Konservasi Urban untuk  Bandung Zoo 

Admin

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

KABAR positif datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk betina badak Sumatera Ratu dan Delilah diketahui sedang hamil. Saat ini keduanya terus menjalani pemantauan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis