InJourney Dukung Pemulihan Pascabencana di Sumatera

HOLDING BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) kembali menyalurkan bantuan tanggap bencana untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Bantuan yang diberikan kali ini berfokus untuk pemulihan pascabencana.

Bantuan yang diberikan InJourney kali ini mencakup logistik seberat 4 ton, dukungan kepada 24 UMKM melalui pemberian peralatan usaha atau bahan baku, serta pengiriman 44 relawan yang merupakan pegawai dari InJourney Airports, InJourney Destination Management, dan InJourney Aviation Services.

Secara simbolis, pemberian bantuan dilaksanakan di Aceh Tamiang pada Rabu, 15 Januari 2026. Pada acara ini, diserahkan secara simbolis perahu nelayan untuk Desa Bedari guna mendukung kegiatan sekolah dan aktivitas warga. Selain itu juga diserahkan bantuan berupa oven, mixer, dan alat doorsmeer kepada UMKM.

Gerakan perekonomian

“Melalui program InJourney Care, kami memastikan bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan. Pada tahap ini, kami menyalurkan logistik, menggerakkan 44 relawan lintas entitas InJourney, serta memperkuat pemulihan ekonomi warga melalui dukungan peralatan dan bahan baku bagi 24 UMKM agar dapat kembali beroperasi,” kata Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman.

BACA JUGA  Perkuat Hubungan dengan Mitra, PT KAN Gelar Ajang Aroma Nusantara

“Kami juga mendorong layanan kesehatan, dukungan psikososial (LDP), dan pemulihan lingkungan agar masyarakat terdampak bisa kembali beraktivitas secara aman, sehat, dan produktif,” imbuhnya.

Sejak bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Padang, InJourney terus menerus hadir untuk membantu penanganan bencana.

Sejalan dengan proses pemulihan pascabencana, InJourney terus hadir untuk memastikan pemulihan, sekaligus membantu menggerakkan kembali perekonomian di wilayah-wilayah yang terdampak di Sumatera

Distribusi logistik

Bantuan yang diberikan InJourney kini fokus pada dukungan pemulihan pascabencana. Pertama, bantuan berfokus pada distribusi logistik bantuan, yang bertujuan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada fase awal pemulihan pascabanjir.

BACA JUGA  Festival Swarna Wastra Nusantara Hadirkan Kerajinan Kain

Kedua, bantuan untuk UMKM sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan ekonomi. Bantuan yang diberikan berupa dukungan peralatan usaha atau bahan baku agar UMKM dapat kembali beroperasi dan menggerakkan ekonomi lokal.

Ketiga, bantuan berupa layanan kesehatan dan trauma healing. Bantuan diberikan dalam bentuk penyediaan layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan dasar serta pendampingan psikososial oleh tenaga medis untuk menjaga kesehatan fisik dan membantu pemulihan mental masyarakat pascabencana.

Terakhir, bantuan berupa aktivitas pemulihan lingkungan dan fasilitas umum. Kegiatan yang dilakukan berupa pembersihan fasilitas umum dan lingkungan terdampak banjir untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan mendukung pemulihan aktivitas sosial masyarakat.

Revitalisasi sumur warga

Dalam kesempatan tersebut, para relawan juga berhasil merevitalisasi 24 sumur warga yang sebelumnya tidak dapat digunakan akibat lumpur yang mengeras.

BACA JUGA  Agustusan di Candi Meriahkan HUT ke-80 RI

Melalui proses pembersihan dan perbaikan bertahap, sumur-sumur tersebut kembali berfungsi dan kini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus membantu memulihkan aktivitas harian warga pascabencana.

“InJourney berharap seluruh bantuan dapat membantu mendukung pemulihan kegiatan masyarakat, dan juga perekonomian setempat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, InJourney berharap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung pada pemulihan pascabencana,” kata Herdy Harman. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

PEMERINTAH resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret  lalu. Hal itu tertuang melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak