Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

PENELITIAN yang dilakukan University of Eastern Finland di British Journal of Educational Psychology yang terbit akhir 2023, ditemukan bahwa minat dan persepsi kompetensi anak-anak terhadap Matematika umumnya positif ketika mereka mulai bersekolah.

Namun, minat dan persepsi kompetensi siswa terhadap Matematika menjadi kurang positif pada tiga tahun pertama setelah belajar di sekolah dasar. Begitu pun di jenjang perguruan tinggi.

Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2025 lalu menunjukkan dari beberapa bidang yang diujikan, meliputi matematika, literasi, dan sains, menunjukkan skor ketiga bidang tersebut konsisten turun sejak 2015.

Dosen Matematika Aljabar FMIPA, UGM, Prof. Dr.rer.nat. Indah Emilia Wijayanti, mengatakan hasil studi tersebut sejalan dengan tingkat penurunan skill matematika yang signifikan setiap momen penerimaan mahasiswa baru di jenjang perguruan tinggi.

BACA JUGA  Ribuan Mahasiswa UNS Laksanakan KKN di 351 Desa

Kuncinya di SD dan SMP

Ilustrasi. Belajar matematika. (Dok.IG)

“Jika dibandingkan, mahasiswa baru program studi Matematika 5 tahun atau 10 tahun yang lalu memiliki kemampuan berpikir matematis yang lebih mumpuni dibanding sekarang,” kata Indah, Selasa (31/3), menanggapi peringatan Hari Matematika Sedunia yang jatuh 14 maret lalu.

Penurunan kemampuan literasi matematika ini terkait dengan pemahaman mahasiswa saat ia duduk di bangku sekolah dasar dan menengah, sehingga mempengaruhi proses pembelajarannya di perguruan tinggi.

“Sederhananya, jika di Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama materi matematikanya berkurang, maka di sekolah Menengah Atas juga berkurang,” jelasnya.

Distraksi fokus

Menurut dia, selain karena teknologi yang telah jauh mempermudah siswa ketika mengerjakan ujian matematika, distraksi fokus dalam proses belajar juga menjadi faktor penyebab penurunan kemampuan matematis generasi sekarang ini.

BACA JUGA  Edukasi Keuangan, OJK Gelar Pelatihan di SMA Taruna Nusantara

“Di sinilah peran pengajar menjadi krusial karena perlu menyajikan pengalaman matematika yang beragam untuk menjaga konsistensi dan fokus para pelajar,” ujarnya.

Indah menjelaskan bahwa satu-satunya treatment untuk menguasai matematika hanya dengan berlatih. Ia mengatakan bahwa kebiasan berlatih mengerjakan soal-soal yang mudah sekalipun dapat menstimulasi otak dan meningkatkan kemampuan berlogika.

“Dengan berlatih, siswa dan mahasiswa akan mampu meningkatkan kompetensi sendiri, bahkan bisa fokus yang sesuai dengan minat mereka,” ujarnya.

Peran regulasi

Kendati demikian, membentuk generasi muda dengan budaya sains yang kental menurutnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi hanya melimpahkan tanggung jawab hanya kepada pendidik atau keluarga saja. Pakar Aljabar itu menyampaikan bawah peran regulasi yang menentukan porsi belajar juga berpengaruh.

“Kurikulum seharusnya membebaskan, jangan terlalu dibatasi oleh pemerintah. Kami universitas, seharusnya diberi kebebasan untuk muatannya, turunkan kapasitasnya, sehingga mahasiswa bisa mengeksplorasi bidang yang diminati di luar matematika,” imbuhnya.

BACA JUGA  Mahasiswa Poltek Harber Belajar Keuangan di Perusahaan Sarung Pohon Korma

Di lingkup perguruan tinggi, kata Indah, kampus sebaiknya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari bidang lain yang diminati, diharapkan dapat membantu mereka memiliki kemampuan berpikir yang lebih komprehensif dan meningkatkan kapasitas otak untuk dapat memahami konsep-konsep yang lebih kompleks dalam bidang matematika.

“Kita harus bisa mengemas dengan lebih menarik. Dan ini tidak mudah. Itu tantangan buat si pengajar. Biasanya gini, saya kasih motivasi dulu, kemudian saya masukin teorinya, teorinya kayak gini, lho. Setelah itu mereka baru saya ajak untuk terapkan,” katanya. (AGT/M-01)

Related Posts

Inilah Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini

DI TENGAH maraknya penggunaan gawai sebagai sarana belajar, tim mahasisa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Lingo,  Literasi Interaktif Non-Gawai Berbasis Teknologi Pengenalan Ucapan sebagai permainan edukatif pra dan awal sekolah.…

Fapet UGM: Begini Cara Menjaga Hijauan Pakan Ternak saat Kemarau

SELAMA musim kemarau panjang keberlangsungan lahan hijauan pakan ternak bisa terganggu. Kondisi ini menuntut pengelolaan budi daya yang tepat agar tanaman tetap bertahan hidup dan kembali bisa produktif setelah musim…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

  • September 12, 2026
Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK

  • September 12, 2026
Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK