Kemunculan Rafflesia haseltii di Sumbar Terdokumentasi

TIM peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Bengkulu, serta Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, dengan dukungan The University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan Program RIIM Ekspedisi BRIN, berhasil mendokumentasikan kemunculan bunga raksasa Rafflesia haseltii di hutan hujan Sumatra Barat.

Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menjelaskan bahwa Rafflesia haseltii bukan merupakan temuan baru, namun merupakan bunga langka yang habitatnya sangat terbatas. “Spesies ini sudah lama tercatat dan terdokumentasi dalam literatur ilmiah,” ujarnya, Senin (1/12).

Ia memaparkan bahwa Rafflesia haseltii termasuk dalam famili Rafflesiaceae yang terdiri dari tiga genus, yaitu Rafflesia, Rhizanthes, dan Sapria.

BACA JUGA  Kasus Flu Naik 55 Persen, Ahli UGM Ingatkan Potensi Varian Baru

Hingga kini, terdapat 42 spesies Rafflesia di Indonesia. Namun hampir seluruhnya masuk kategori terancam akibat kerusakan habitat. “Sebanyak 42 spesies itu saat ini terancam punah karena ekosistemnya rusak,” kata Prof. Budi.

Penemuan ini sekaligus menegaskan berbagai ancaman serius terhadap kelestarian Rafflesia. Sebagai tumbuhan holoparasit yang sepenuhnya bergantung pada tanaman inang Tetrastigma, Rafflesia sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Fragmentasi hutan akibat perkebunan, pertambangan, dan alih fungsi lahan mempersempit area tumbuhnya, sementara perubahan iklim turut meningkatkan tekanan terhadap spesies ini. “Kenaikan suhu 1–2 derajat saja membuat Rafflesia harus berjuang keras menyesuaikan diri,” jelasnya.

Prof. Budi menekankan pentingnya eksplorasi lapangan secara berkala untuk memperbarui data persebaran, mendeteksi populasi baru, serta memastikan tidak ada spesies yang hilang.

BACA JUGA  Mobil Semar UGM Siap Menantang 80 Tim dari 12 Negara

Pelibatan masyarakat lokal juga dinilai krusial sebagai garda terdepan penjaga habitat Rafflesia. “Masyarakat harus memahami bahwa Rafflesia adalah aset bangsa yang perlu dilindungi,” tegasnya.

Ia mendorong edukasi konservasi sejak dini bagi generasi muda dan penelitian berkelanjutan untuk mengungkap potensi bioaktif Rafflesia bagi pengembangan fitofarmaka maupun pengobatan penyakit degeneratif.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa bioprospeksi hanya dapat dilakukan setelah aspek konservasi terpenuhi. “Jangan sampai kita bicara manfaatnya, sementara pelestarian dan budidayanya belum tercapai,” ujarnya. (AGT/S-01)

 

 

BACA JUGA  Tiga Truk Bantuan Polda DIY Diberangkatkan ke Sumatra

Siswantini Suryandari

Related Posts

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) meraih peringkat ketiga Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan di Indonesia berdasarkan total skor keseluruhan. Capaian itu menempatkan UGM dalam tiga besar perguruan tinggi dengan kinerja keberlanjutan terbaik…

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

DEKAN Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Prof. Budi Guntoro, Ph.D., ditetapkan sebagai presiden Asian Association of Agricultural Colleges and Universities (AAACU) periode 2026–2028. Penetapan tersebut berlangsung dalam 25th AAACU General…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

  • September 16, 2026
UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

  • September 16, 2026
83 Warga Sumberharjo Prambanan Terima Serat Kekancingan Tanah Kasultanan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

  • September 16, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Dipercaya Pimpin AAACU

UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

  • September 16, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

  • September 16, 2026
Wagub Jabar Minta Mahasiswa Baru Ikopin Jaga Eksistensi Koperasi

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon