Kemunculan Rafflesia haseltii di Sumbar Terdokumentasi

TIM peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Bengkulu, serta Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, dengan dukungan The University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan Program RIIM Ekspedisi BRIN, berhasil mendokumentasikan kemunculan bunga raksasa Rafflesia haseltii di hutan hujan Sumatra Barat.

Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menjelaskan bahwa Rafflesia haseltii bukan merupakan temuan baru, namun merupakan bunga langka yang habitatnya sangat terbatas. “Spesies ini sudah lama tercatat dan terdokumentasi dalam literatur ilmiah,” ujarnya, Senin (1/12).

Ia memaparkan bahwa Rafflesia haseltii termasuk dalam famili Rafflesiaceae yang terdiri dari tiga genus, yaitu Rafflesia, Rhizanthes, dan Sapria.

BACA JUGA  BLTS untuk Korban Bencana di Sumatra Capai 88 Persen

Hingga kini, terdapat 42 spesies Rafflesia di Indonesia. Namun hampir seluruhnya masuk kategori terancam akibat kerusakan habitat. “Sebanyak 42 spesies itu saat ini terancam punah karena ekosistemnya rusak,” kata Prof. Budi.

Penemuan ini sekaligus menegaskan berbagai ancaman serius terhadap kelestarian Rafflesia. Sebagai tumbuhan holoparasit yang sepenuhnya bergantung pada tanaman inang Tetrastigma, Rafflesia sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Fragmentasi hutan akibat perkebunan, pertambangan, dan alih fungsi lahan mempersempit area tumbuhnya, sementara perubahan iklim turut meningkatkan tekanan terhadap spesies ini. “Kenaikan suhu 1–2 derajat saja membuat Rafflesia harus berjuang keras menyesuaikan diri,” jelasnya.

Prof. Budi menekankan pentingnya eksplorasi lapangan secara berkala untuk memperbarui data persebaran, mendeteksi populasi baru, serta memastikan tidak ada spesies yang hilang.

BACA JUGA  Enam Solusi Inovatif Penanganan Infeksi Dengue di Indonesia

Pelibatan masyarakat lokal juga dinilai krusial sebagai garda terdepan penjaga habitat Rafflesia. “Masyarakat harus memahami bahwa Rafflesia adalah aset bangsa yang perlu dilindungi,” tegasnya.

Ia mendorong edukasi konservasi sejak dini bagi generasi muda dan penelitian berkelanjutan untuk mengungkap potensi bioaktif Rafflesia bagi pengembangan fitofarmaka maupun pengobatan penyakit degeneratif.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa bioprospeksi hanya dapat dilakukan setelah aspek konservasi terpenuhi. “Jangan sampai kita bicara manfaatnya, sementara pelestarian dan budidayanya belum tercapai,” ujarnya. (AGT/S-01)

 

 

BACA JUGA  Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 Nasional

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

TANJUNG Verde belum berhenti membuat kejutan. Bahkan mereka mencetak sejarah dengan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kesuksesan itu didapat Tanjung Verde seusai menahan imbang Arab Saudi 0-0…

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

SEMANGAT apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian para tokoh bangsa mewarnai malam Penganugerahan HPN Awards 2026 yang digelar Berlian Organizer di Diamond Ballroom, Quest Hotel Simpang Lima Semarang, Jumat (26/6/2026). Sebanyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

  • June 26, 2026
Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026

  • June 26, 2026
Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026