Radiasi Cesium-137 di Cikande Jadi Kejadian Khusus

PEMERINTAH menetapkan Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, sebagai Kejadian Khusus Cemaran Radiasi Cesium-137. Status ini diumumkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) setelah hampir dua pekan Satgas Penanganan Radiasi bekerja intensif di lapangan.

Dengan status tersebut, seluruh aktivitas di dalam kawasan kini berada di bawah kendali Satgas. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan menyeluruh, terukur, dan aman bagi lingkungan maupun kesehatan publik.

Kasus bermula dari ditemukannya penimbunan material slag hasil peleburan yang mengandung zat radioaktif Cesium-137. KLH berkoordinasi dengan BAPETEN, BRIN, dan Brimob Polri untuk mengamankan lokasi serta mencegah kontak langsung dengan manusia. Garis pengaman dipasang di delapan titik, sementara proses dekontaminasi dilakukan tim khusus.

BACA JUGA  KLH Beri Tenggat 6 Bulan untuk Daerah Perbaiki Kelola Sampah

Hingga kini, Satgas menemukan sepuluh titik cemaran radiasi dengan intensitas berbeda. Dua titik sudah berhasil didekontaminasi, sementara delapan lainnya masih dalam inventarisasi detail. Material radioaktif yang teridentifikasi dipindahkan ke gudang PT Peter Metal Technology Indonesia, yang dipastikan menjadi sumber lokal pencemaran. Aktivitas di gudang tersebut telah dihentikan sepenuhnya.

Untuk menghindari risiko lebih luas, polisi bersama BAPETEN memasang tanda peringatan di seluruh area terkontaminasi. Pemerintah juga membentuk tim komunikasi yang melibatkan tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan agama untuk memberikan edukasi dan penyadaran publik.

Mulai 1 Oktober, pengawasan keluar-masuk kawasan diperketat menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM). Selama transisi, deteksi manual dilakukan dengan peralatan milik Gegana Polri, BAPETEN, dan BRIN. Setiap barang maupun individu yang keluar dari kawasan wajib dinyatakan bebas paparan radiasi sebelum diizinkan.

BACA JUGA  Peduli Sampah, Pemkot Semarang Diapresiasi Kemen LHK

Kementerian Kesehatan turut melakukan pemantauan intensif terhadap warga sekitar. Jika ada individu terdeteksi memiliki paparan tinggi, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan menggunakan Whole Body Counter (WBC).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif, memastikan situasi saat ini terkendali. “Masyarakat tidak perlu panik. Semua langkah penanganan dilakukan dengan hati-hati dan sesuai standar internasional,” ujarnya.

Plt. Kepala BAPETEN, Sugeng Sumbarjo, menambahkan, langkah cepat pemerintah sangat krusial. “Cesium-137 adalah zat radioaktif yang memerlukan kehati-hatian tinggi. Upaya pemerintah saat ini memutus rantai risiko sejak dini,” jelasnya.

Pemerintah memperkirakan proses dekontaminasi dan remediasi akan memakan waktu beberapa bulan. Namun, dengan koordinasi lintas lembaga, pengawasan ketat, serta komunikasi publik yang transparan, pemerintah menegaskan komitmennya melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman radiasi. (*/S-01)

BACA JUGA  DLH Jawa Barat Tegaskan Insinerator Belum Dilarang

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

PERFORMA apik kembali dipertontonkan Timnas voli putra Indonesia. Saat menghadapi tuan rumah India pada semifinal AVC Cup 2026 di Amdavad, Sabtu (27/6/2026) malam, skuat Merah Putih menang 3-2 (15-25, 26-24,…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards