Cegah Konflik, Kemenag Luncurkan Sistem Si-Rukun

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) meluncurkan Early Warning System (EWS) Si-Rukun, sebuah aplikasi berbasis web untuk mendeteksi dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan (KSBK). Aplikasi ini dapat diakses melalui laman https://pkubpusat.kemenag.go.id/ews/login.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Si-Rukun sebagai instrumen vital yang mendesak, setara dengan sistem deteksi dini tsunami. Menurutnya, potensi konflik bisa muncul dan membesar dalam waktu singkat, sehingga butuh respons cepat dari seluruh jajaran Kemenag.

“Ada tiga hal yang perlu dideteksi: gejala munculnya konflik, saat konflik mulai terjadi, dan konflik itu sendiri,” ujar Menag saat peluncuran di Jakarta, Senin (29/9).

Ia meminta seluruh pejabat Kemenag siaga penuh dan merespons laporan masyarakat tanpa henti. “Telepon harus aktif 24 jam. Jangan tidur dengan telepon dimatikan, karena ini soal kecepatan respons,” tegasnya.

BACA JUGA  Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025 Capai 84,61

Menag juga menekankan bahwa pemantauan tidak hanya terbatas pada isu agama, melainkan mencakup potensi konflik lain, seperti etnis atau sosial yang bisa meluas menjadi konflik keagamaan.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa data sistem ini dihimpun langsung dari penyuluh, penghulu, dan petugas Kemenag di seluruh Indonesia. Kemenag telah melatih lebih dari 500 penyuluh khusus di daerah rawan konflik untuk mendukung sistem ini.

EWS Si-Rukun memuat fitur skor potensi konflik, tingkat respons, peta daerah rawan, rekomendasi penanganan, serta laporan kasus. Aplikasi ini juga memiliki mekanisme eskalasi untuk memberi peringatan dini jika konflik berpotensi membesar.

“Kondisi sosial dan kebangsaan selalu dinamis. Karena itu, penelitian dan pemantauan konflik harus terus diperbarui agar energi bisa difokuskan ke daerah yang paling berpotensi,” kata Kamaruddin.

BACA JUGA  Inilah Sembilan Imbauan Penting Untuk Jemaah Haji Indonesia

Dengan hadirnya sistem ini, Kemenag berharap konflik sosial berdimensi keagamaan dapat dicegah sejak dini dan diselesaikan secara lebih cepat, profesional, serta proporsional. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

KANTOR Imigrasi Yogyakarta di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA (Yogyakarta International Airport) menggagalkan keberangkatan tiga orang yang diduga akan akan berangkat haji tanpa melalui prosedur resmi atau nonprosedural. Ketiga orang…

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah memberikan ruang bagi jemaah haji untuk mengikuti keyakinan fikih masing-masing terkait lokasi pemotongan hewan dam (denda haji). Pernyataan itu disampaikannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan